Surabaya Pernah Sebagai Kota Bertembok (walled town). Sisanya Masih Ada! Dimana? 

26 June 2024 | 16 kali
Artikel By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (26/6/24) –    ꧋ꦯꦸꦫꦨꦪꦣꦶꦥꦼꦂꦠꦼꦔꦲꦤ꧀ꦄꦧꦣ꧀꧇꧑꧘꧇ꦱꦸꦣꦃꦩꦼꦚ꧀ꦗꦣꦶꦏꦺꦴꦠꦄꦣ꧀ꦩꦶꦤꦶꦱ꧀ꦠꦿꦠꦶꦥ꦳꧀ꦩꦺꦴꦣꦺꦂꦤ꧀‌ꦄꦭꦄꦼꦫꦺꦴꦥ꧉ꦏꦉꦤꦚ꧈ꦯꦸꦫꦨꦪꦣꦶꦥꦶꦭꦶꦃꦱꦼꦧꦒꦻꦆꦧꦸꦏꦺꦴꦠꦮꦶꦭꦪꦃꦥꦤ꧀ꦠꦻꦈꦠꦫꦗꦮꦧꦒꦶꦪꦤ꧀ꦠꦶꦩꦸꦂ꧉

Surabaya di pertengahan abad 18 sudah menjadi kota administratif modern, ala Eropa. Karenanya, Surabaya dipilih sebagai ibukota wilayah Pantai Utara Jawa bagian Timur.

Secara resmi Surabaya menjadi ibukota seiring dengan penyerahan wilayah Pantai Utara Jawa Bagian Timur oleh ꦩꦠꦫꦩ꧀ Mataram kepada VOC pada 11 November 1743. Sejak Surabaya semakin membangun dan memperkuat organ organnya sebagai sebuah ibukota. Selain organ fisik, juga organ non fisik yang berupa sistem dan administrasi.

Salah satu organ fisik adalah struktur tapal batas. Surabaya di era VOC memiliki tapal batas berupa tembok. Karenanya Surabaya pernah disebut kota ꦧꦼꦂꦠꦺꦩ꧀ꦧꦺꦴꦏ꧀ bertembok (walled town). Kurang lebih pada pertengahan abad 19, tembok kota ini dibongkar sebagai upaya dan bentuk perkembangan kota.

Kala itu tembok kota ini berdiri di jalan Cendrawasih dan Merak (tapal batas Selatan), jalan Krembangan Timur dan memotong jalan ꦫꦗꦮꦭꦶ Rajawali hingga tembok penjara Kalisosok (tapal batas Barat), Jalan Garuda (tapal batas Utara) dan sungai Kalimas sebagai tapal batas alami sisi Timur.

Sekarang tembok kota sudah hilang dan menyisakan jalan. Kecuali, sejengkal tembok lama di jalan Krembangan Timur. Tembok ini lengkap dengan sebuah pintu. Diduga kuat ini adalah ꦠꦺꦩ꧀ꦧꦺꦴꦏ꧀ꦏꦺꦴꦠ tembok kota yang sangat protektif.

Tembok ini tebalnya hampir 60 sentimeter dengan tinggi 3,5 meter. Pada bagian pondasi tebalnya 1 meteran dengan kontruksi batu bata tertata miring berjajar 3. Batu batanya super kuat seperti kekuatan Batu ꦄꦤ꧀ꦝꦺꦱꦶꦠ꧀ andesit.

Sebagian lagi adalah Regol dan sebuah bangunan yang langsung berfungsi sebagai tapal batas. Regol dan bangunan ini adalah bagian dari ꦫꦸꦩꦃꦱꦏꦶꦠ꧀ꦭꦩ Rumah Sakit Lama (Oude Hospitaal) di era VOC. Sebagai fungsi rumah sakit karena di lokasi ini tergambar letak rumah sakit dimana jalan yang berada di sampingnya (jalan Mliwis) dulunya bernama Oude Hospitaal Straat.

Jalan Mliwis pada era sekarang membujur panjang dari jalan Jembatan Merah (Timur) ke jalan Krembangan Timur (Barat). Jalan Mliwis ini terpotong jalan Branjangan. Dulu Mliwis sisi Timur bernama Dwaarboomstraat. Sementara Mliwis Barat bernama Oude Hospital Straat.

Penamaan jalan pada Mliwis Barat ini tertulis Dwaarboomstraat. Mestinya Oude Hospital Straat.

Fakta pernah adanya rumah sakit lama di kota lama Surabaya ini tertulis pada sketsa peta kota Surabaya tahun 1767 (Asia Maior). Secara fisik jika diamati secara faktual, di dalam satu rumah yang ada di jalan Krembangan Timur ini diberitakan adalah sebuah ꦒꦸꦣꦁꦎꦥꦶꦪꦸꦩ꧀ gudang opium. Diketahui opium adalah barang untuk proses anestesi kedokteran. Sedangkan satu rumah yang menghadap langsung ke jalan Krembangan Timur diduga adalah gedung utama dari rumah sakit.

Sementara itu satu rumah di utara dari gedung utama eks rumah sakit masih memiliki lantai yang terbuat dari ꦒꦿꦤꦶꦠ꧀ꦲꦶꦠꦩ꧀ granit hitam dan terakota. Ini adalah material khas dari abad ke 17 dan 18. Zaini, sang tuan rumah, mengatakan bahwa pernah ada orang dari Semarang mau membeli dan mengganti dengan keramik baru. Zaini tidak mau.

Peninggalan struktur dan bangunan ini mendapat ꦥꦼꦂꦲꦠꦶꦪꦤ꧀ perhatian dari Emile Leushuis, penulis sejarah dan lelaku pariwisata dari Belanda. Emile mengunjungi tempat tempat ini pada Minggu (23/6/24).

Kawasan ini, di Jalan ꦏꦿꦼꦩ꧀ꦧꦔꦤ꧀ꦠꦶꦩꦸꦂ Krembangan Timur, adalah buritan dari Kota Lama Surabaya. Karenanya tampilannya tidak indah. Berbeda dengan penampakan di jalan Jembatan Merah yang bagaikan berpagar gedung raya.

Bagaimana pun tembok, yang diduga sisa tembok kota Surabaya ini, adalah sisa peradaban kota Surabaya. Dia bukti perjalanan sejarah perkotaan Surabaya. Sejengkal tembok ini layak menjadi sebuah ꦩꦺꦩꦺꦴꦫꦧꦶꦭꦶꦪ memorabilia Kota Lama Surabaya. (nanang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *