Sambutan ꦣꦶꦂꦗꦺꦤ꧀ꦏꦼꦧꦸꦣꦪꦄꦤ꧀  Dirjen Kebudayaan RI Iringi Lahirnya Puri Aksara Rajapatni  di Surabaya.

23 December 2023 | 51 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (23/12/23) – Peringatan ꦲꦫꦶꦆꦧꦸ Hari Ibu pada 22 Desember 2023 menjadi saksi ꦭꦲꦶꦂꦚ lahirnya Komunitas Budaya, yang berorientasi pada Aksara Jawa. Namanya ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦗꦥꦠ꧀ꦤꦶ Puri Aksara Rajapatni, yang berdomisili dan berkegiatan di Surabaya.

Kehadiran ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦗꦥꦠ꧀ꦤꦶ Puri Aksara Rajapatni ini dilakukan dengan sederhana secara daring dan bersifat formalitas untuk ꦥꦼꦔꦼꦱꦲꦤ꧀ pengesahan kepengurusan setelah sebelumnya pada Rabu, 20 Desember 2023 dilakukan koordinasi dan konsolidasi antar calon pengurus, yang sekaligus pembentukan ꦱꦸꦱꦸꦤꦤ꧀ꦥꦼꦔꦸꦫꦸꦱ꧀ susunan pengurus.

Seremonial pendirian Puri Aksara Rajapatni berjalan sederhana tapi mendalam via daring. Foto: PAR/omahaksara.id

Pada Jumat malam, 22 Desember 2023, susunan pengurus ini ꦣꦶꦱꦃꦏꦤ꧀ disahkan dengan pembacaan nota ꦏꦺꦴꦩꦶꦠ꧀ꦩꦼꦤ꧀ komitmen bersama dalam upaya melestarikan ꦧꦸꦣꦪꦤꦸꦱꦤ꧀ꦠꦫ budaya nusantara, khususnya Aksara Jawa. Dalam acara ini juga dibacakan ꦱꦩ꧀ꦧꦸꦠꦤ꧀ꦠꦼꦂꦠꦸꦭꦶꦱ꧀ sambutan tertulis dari Direktur Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, ꦲꦶꦭ꧀ꦩꦂꦥ꦳ꦫꦶꦣ꧀‌ Hilmar Farid, oleh Ketua Rajapatni, ꦤꦤꦁꦥꦸꦂꦮꦤ Nanang Purwono, yang intinya bahwa Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid menyambut baik hadirnya Komunitas Rajapatni.

Menurutnya,ꦫꦗꦥꦠ꧀ꦤꦶ Rajapatni tidak saja patut dipuji tapi juga patut diikuti oleh masyarakat di tempat lain yang masih mengenal ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦭꦺꦴꦏꦭ꧀ꦚ aksara lokalnya masing-masing. 

Hilmar Farid, Dirjed Kebudayaan RI, menyambut hadirnya komunitas budaya Puri Aksara Rajapatni. Foto: koran.tempo.co/omahaksara.id

Farid menambahkan bahwa mengembalikan kemampuan ꦩꦼꦩ꧀ꦧꦕ membaca aksara lokal, dalam konteks ini aksara Jawa, adalah langkah mengintegrasikan kembali kompendium ꦥꦼꦔꦼꦠꦲꦸꦮꦤ꧀ pengetahuan lokal tersebut dengan ꦩꦱꦾꦫꦏꦠ꧀ꦩꦱꦏꦶꦤꦶ   masyarakat masa kini. 

Apa yang disampaikan oleh Dirjen Kebudayaan sudah tersebut dalam visi dan misi komunitas budaya Puri Aksara Rajapatni. Yaitu belajar ꦩꦼꦤꦸꦭꦶꦱ꧀ menulis dan  ꦩꦼꦩ꧀ꦧꦕ membaca Aksara Jawa.

Secara simbolis hadirnya Puri Aksara Rajapatni ini juga ditandai dengan ꦧꦼꦂꦧꦒꦶꦏꦱꦶꦃ berbagi kasih bersama anak anak panti asuhan ꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦶꦠ꧀ Matahari Terbit, yang beralamat di Jalan Kombespol M Duryat, Tegalsari, Surabaya.

Digunakannya nama Rajapatni, dengan pertimbangan ꦥ꦳ꦶꦭꦺꦴꦱꦺꦴꦥ꦳ꦶꦱ꧀ filosofis, karena Rajapatni adalah simbol kebesaran seorang ꦫꦠꦸ Ratu, yang menurunkan ꦫꦗꦫꦗꦩꦗꦥꦲꦶꦠ꧀ raja raja Majapahit dan sekaligus untuk memberi semangat dalam berkreativitas edukatif. 

Logo komunitas budaya Puri Aksara Rajapatni bersifat alami dan suci. Foto: PAR/omahaksara.id

Rajapatni juga sebagai simbol ꦣꦺꦮꦶ Dewi Ilmu Pengetahuan, yang diharapkan Puri Aksara Rajapatni ini bisa turut membantu mengembangkan ꦧꦸꦣꦪꦤꦸꦱꦤ꧀ꦠꦫ budaya Nusantara, terutama aksara Jawa, dan melahirkan generasi yang melek aksara Jawa.

Untuk mewujudkan itu, maka kegiatan komunitas budaya ini diantaranya adalah  belajar menulis dan membaca Aksara Jawa untuk pelajar, mahasiswa dan umum. Selain itu juga mengadakan diskusi ꦏꦼꦄꦏ꧀ꦱꦫꦄꦤ꧀ keaksaraan dan ꦭꦺꦴꦏꦏꦂꦪ lokakarya yang bersifat edukatif dan berdampak ꦌꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦩꦶꦏꦿꦺꦪꦠꦶꦥ꦳꧀ ekonomi kreatif.

Rajapatni didirikan oleh praktisi Aksara Jawa Ita Surojoyo, M.Pd dengan Ketua ꦤꦤꦁꦥꦸꦂꦮꦤ Nanang Purwono, S.Pd (Pegiat sejarah dan budaya Surabaya) serta Wakil Ketua ꦒꦶꦤꦚ꧀ꦗꦂꦮꦶꦗꦪ Ginanjar Wijaya, S.Pd (guru Bahasa Jawa), Sekretaris ꦤꦺꦴꦮ꦳ꦶꦠꦫꦲꦪꦸꦤꦶꦁꦠꦾꦱ꧀‌ Novita Rahayuningtyas, ST (aktivis sosial budaya) dan bendahara ꦄꦱꦾꦶꦏꦸꦭ꧀ꦲꦱꦤ꧀ Asyikul Hasan (Mahasiswa Unesa). Kepengurusan Puri Aksara Rajapatni ini dibawah penasehat A Hermas Thony, M.Si. (tokoh penggerak budaya Surabaya yang keseharian adalah Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya)

Rajapatni hadir demi pelestarian budaya Nusantara, Aksara Jawa. Foto; nanang/omahaksara.id

Hadirnya Puri Aksara Rajapatni ini sebagai bentuk ꦄꦏ꧀ꦠꦸꦮꦭꦶꦱꦱꦶ aktualisasi kebijakan wali kota Surabaya ꦌꦫꦶꦕꦭꦾꦢꦶ Eri Cahyadi (2023) dalam hal penggunaan Aksara Jawa di lingkungan pemerintah Kota Surabaya dan monitoring implementasi Kongres Aksara Jawa I di ꦱꦸꦫꦏꦂꦠ Surakarta (2023) serta Kongres Aksara Jawa I di Yogyakarta (2021).

Secara praktis kegiatan Rajapatni sebagai wadah belajar Aksara Jawa ini bisa ꦱꦼꦭꦫꦱ꧀ selaras dengan kebijakan pemerintah kota Surabaya (2023) dan Kongres Aksara Jawa I (2021) dan pertemuan di Surakarta yang dihadiri tiga provinsi: Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta 2023. (nanang).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *