Urap Urap Kudapan Era ꦩꦼꦣꦁ Medang

31 December 2023 | 34 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (31/12/23) – Sore itu, Minggu, di hari terakhir tahun 2023, suasana kawasan Kota Eropa Surabaya terasa sejuk tapi tetap lembab. ꦗꦭꦤꦤ꧀ꦱꦼꦥꦶ Jalanan sepi. Enak dipakai menikmati suasana kawasan kota tua yang eksotik ini.

Kampung Eropa Surabaya nan lengang. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Jalan jalan terasa lenggang, tidak takut keserempet lalu lintas. Lorong lorong jalan yang membelah kawasan lebih terlihat sepi. ꦫꦺꦴꦩꦤ꧀ꦠꦶꦏ꧀ Romantik dengan gedung gedung yang kaya nilai arsitektur kolonial.

Sesekali terdengar suara anak anak kecil dari lorong jalan Mliwis yang membujur dari Timur ke Barat. Namun, tak terlihat sosok anak kecil. Tapi suaranya terdengar jelas. Semakin jalan ke arah Timur mendekati ꦗꦭꦤ꧀ꦗꦼꦩ꧀ꦧꦠꦤ꧀ꦩꦺꦫꦃ Jalan Jembatan Merah, suara anak kecil semakin jelas. 

Jalan Jembatan Merah berpagar gedung indah. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Ini saking sunyinya suasana mendekati pergantian tahun dari 2023 ke 2024. Ternyata suara itu datang dari seberang jalan. Disana terlihat segerombolan keluarga beserta anak anak kecil yang nyaring bunyinya. Mereka antri membeli bubur Madura .ꦏ꦳ꦱ꧀ꦩꦣꦸꦫ Khas Madura.

 

ꦣꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦪꦥꦄꦏꦸ Dengan siapa aku?

Maka melangkahlah aku mendekati penjual bubur. Semakin mendekati si penjual bubur, semakin mengerti apa yang dijual. Ternyata, tidak hanya bubur Madura, tetapi juga  ada ꦈꦫꦥ꧀ꦈꦫꦥ꧀ urap urap. Urap urap ini mengingatkanku di masa kecil ketika masih tinggal di ꦏꦩ꧀ꦥꦸꦁꦥꦼꦔꦩ꧀ꦥꦺꦴꦤ꧀ Kampung Pengampon, yang tidak jauh dari Jembatan Merah.

Kupesan dua ꦥꦶꦚ꧀ꦕꦸꦏ꧀ pincuk urap urap. Si penjual bertanya: “Satunya buat siapa?”. 

Kujawab: “Dia…..” Sambil menunjuk ke sebelah kananku.

Si penjual heran karena di sebelahku tidak ada orang !

Rupanya si penjual keheranan dan gak pikir panjang, lalu meneruskan melayani dua pincuk urap urap. Lalu urap urap ku makan di ꦄꦁꦏꦿꦶꦔꦤ꧀ꦧꦭꦣꦺꦮ Angkringan Baladewa yang tidak jauh dari bakul urap urap.. Disana aku pesan minuman.

“Bu, es teh dua ngih”, ucapku memesan dua gelas es teh.

Dua pincuk urap urap kuletakkan di meja di depanku. Tak lama bakul di Angkringan Baladewa datang dengan dua es teh ukuran ꦒꦼꦭꦱ꧀ꦗꦸꦩ꧀ꦧꦺꦴ gelas jumbo.

“Ini es tehnya. Lho mana satunya”, tanya si penjual.

Aku tak menjawab. Sibuk makan urap urap.

 

Urap Urap Makanan Kuno dari Era ꦩꦼꦣꦁ Medang

Urap urap di Kampung Eropa Surabaya. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Urap urap adalah hidangan berupa ꦱꦪꦸꦫꦤ꧀ sayuran yang dimasak (direbus) yang dicampur kelapa parut yang dibumbui sebagai pemberi cita rasa. Urap urap lazim ditemukan dalam masakan Indonesia akan tetapi jika ditelusuri, urap berasal dari khazanah ꦩꦱꦏꦤ꧀ꦗꦮ masakan Jawa

Urap urap sama sekali tidak mengandung ꦣꦒꦶꦁ daging, dan dapat dimakan begitu saja sebagai makanan vegetarian atau sebagai sayuran teman nasi sebagai bagian dari hidangan lengkap. 

Urap urap biasanya merupakan syarat atau hidangan penting sebagai sayur pengiring dan pelengkap ꦠꦸꦩ꧀ꦥꦼꦁꦗꦮ tumpeng Jawa. Urap urap juga lazim disajikan bersama nasi kuning. Nama urap tercatat dalam prasasti Lingasuntan yang berangka 929 masehi, era  ꦏꦼꦫꦗꦄꦤ꧀ꦩꦼꦣꦁ Kerajaan Medang.

Di kota tua Surabaya, Urap urap juga bisa dijumpai jika mujur. Sepincuk seharga 5 ribu rupiah. Selain menjual urap urap, pedagang keliling dengan menggunakan kereta dorong ini juga menjual bubur Madura. Penjualnya juga ꦎꦫꦁꦩꦣꦸꦫ orang Madura. (nanang PAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *