Dengan Aksara Jawa, Surabaya Turut Memperkuat ꦆꦣꦺꦤ꧀ꦠꦶꦠꦱ꧀ꦧꦁꦱ Identitas Bangsa.

9 January 2024 | 52 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksa.id: Surabaya (9/1/24) – Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya berbeda dari yang lain dalam beraksara Jawa di Surabaya. Sejauh ini, menurut pantauan komunitas aksara Jawa, ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni, Dinas yang berkantor di Gedung Siola di jalan Tunjungan ini menggunakan Aksara Jawa dalam jumlah yang paling banyak.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya Beraksara Jawa. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Satu penulisan aksara Jawa ada di depan kantor sebagai signage dan 4 lainnya ada di dalam ruangan sebagai identitas ruang ruang fungsional. Sebagai signage, penulisan Aksara Jawa ini berbunyi ꦣꦶꦤꦱ꧀ꦥꦼꦂꦥꦸꦱ꧀ꦠꦏꦄꦤ꧀ Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Sedangkan, yang ada di dalam ruangan dan tertempel pada ruang ruang, berbunyi Ruang Rapat Literasi, Ruang Rapat Preservasi, Mushala Al Ikhlas dan Ruang Laktasi.

Ruang Laktasi, salah satu ruang yang beraksara Jawa. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Adalah pantas pemasangan ini bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya karena Dinas inilah yang harus menjadi motor penggerak ꦥꦼꦔꦼꦩ꧀ꦧꦔꦤ꧀ pengembangan literasi Bahasa dan Aksara Jawa. Karenanya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menelpon Dinas ini untuk pertama kali pada 11 September 2023 agar membuat penulisan beraksara Jawa di lingkungan OPD di pemerintahan Kota Surabaya.

Sejak itu, 11 September 2023 hingga kini (9/1/24) pemasangan signage Aksara Jawa sudah dimana mana. Seiring dengan terpasangnya signage beraksara Jawa, akan terlalu sayang dan ironis jika warganya tidak bisa ꦩꦼꦩ꧀ꦧꦕꦣꦤ꧀ꦩꦼꦤꦸꦭꦶꦱ꧀ membaca dan menulis Aksara Jawa. Di kantor Kelurahan Tanjung Sari misalnya, seorang petugas kelurahan mengatakan tidak tau ketika ditanya media ini apa bunyi atau bacanya Aksara Jawa yang telah terpasang di kantornya.

Komunitas Aksara Jawa, ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni, hadir dalam upaya menjembatani dan menyambungkan antara hadirnya Aksara Jawa di kantor kantor pemerintah dan masyarakat sehingga, setidaknya, mereka bisa membaca Aksara Jawa di kantor kantor pemerintah di kota Surabaya.

Pada Selasa siang (9/1/24), Tim ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni berkunjung ke kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya dengan tujuan menjajagi jalinan kolaborasi keguatan pelatihan dan belajar membaca dan menulis Aksara Jawa. Menurut Ketua Puri Aksara Rajapatni, Nanang Purwono, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan adalah dinas yang paling terkait dengan pengembangan ꦧꦲꦱ꧈ꦱꦱ꧀ꦠꦿꦣꦤ꧀ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa.

Perkenalan Komunitas budaya, Puri Aksara Rajapatni, dengan Dispusip Kota Surabaya. Foto: dok PAR/omahaksara.id

Nanang berharap akan ada langkah langkah strategis dalam upaya pengembangan Aksara Jawa demi mengimbangi instruksi ꦥꦼꦩꦼꦫꦶꦤ꧀ꦠꦃꦏꦺꦴꦠꦯꦸꦫꦨꦪ pemerintah Kota Surabaya mengenai penggunaan Aksara Jawa di Surabaya.

“Dispusip itu mengelola Rumah Bahasa di komplek Balai Pemuda Surabaya dan akan lebih bagus bila ꦫꦸꦩꦃꦧꦲꦱ Rumah Bahasa itu dapat dipakai sebagai ruang belajar Aksara Jawa”, kata Nanang.

Selasa siang (9/1/24) Tim Rajapatni, yang terdiri dari Ketua Nanang Purwono dan Sekretaris Novita, juga berkunjung ke Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya dan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya.

Kepala Dinkopdag ꦣꦺꦮꦶꦱꦸꦫꦶꦪꦮꦠꦶ Dewi Soeriyawati menyambut baik gagasan Puri Aksara Rajapatni, yang dalam upaya pelestarian Aksara Jawa mengkaitkan Aksara Jawa dengan produk produk UMK yang bernilai ekonomis.

Tim Rajapatni diterima Dewi Soeriyawati (dua dari kiri), Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan dan Devie Afrianto, Kabid Distribusi Perdagangan (kanan). Foto: dok PAR/omahaksara.id

Sekretaris Rajapatni, Novita, menerangkan bahwa Aksara Jawa tidak hanya bisa dipelajari secara literatif dan linguistik saja tapi bisa juga digunakan sebagai aksentuasi karya dan produk produk UMK yang ꦧꦼꦂꦤꦶꦭꦻꦌꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦩꦶꦱ꧀ bernilai ekonomis.

“Aksara Jawa bisa menghiasi produk produk UMK misalnya sebagai nama brand. Aksara Jawa juga bisa menjadi aksentuasi ꦧꦠꦶꦏ꧀ꦯꦸꦫꦨꦪꦧꦼꦂꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Batik Surabaya Beraksara Jawa”, jelas Novita kepada Kepala Dinas Kopdag Kota Surabaya.

Dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan telah dijajagi kemungkingan kegiatan kegiatan pelatihan membatik dengan sentuhan ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa.

Surabaya memperkuat identitas bangsa melalui aksara Nusantara. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Puri Aksara Rajapatni yakin bahwa Aksara Jawa sebagai aksara leluhur ꦤꦸꦱꦤ꧀ꦠꦫ Nusantara akan bisa berkembang dan sekaligus menambah ciri Kota Surabaya. Dengan demikian Kota Surabaya turut menjaga dan memperkuat identitas bangsa. (nanang PAR).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *