Percantik Kawasan Wisata Heritage, Zona Eropa ꦏꦺꦴꦠꦭꦩꦯꦸꦫꦨꦪ Kota Lama Surabaya Direvitalisasi (*).

16 January 2024 | 22 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (16/1/24) – Bangunan bersejarah menjadi unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memikat ꦥꦫꦮꦶꦱꦠꦮꦤ꧀ para wisatawan bertandang ke kawasan kota lama. Sebab, bangunan bersejarah itu menjadi saksi bisu dalam kisah perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Negara Indonesia. Pesona ꦠꦺꦩ꧀ꦥꦺꦴꦣꦸꦭꦸ tempo dulu yang dimiliki oleh Kota Surabaya itu kembali dihidupkan Pemkot Surabaya dengan mengembangkan kawasan wisata heritage.

Sudut kota Eropa Surabaya. Foto: kominfo kota Surabaya/omahaksara.id

Dirilis oleh Kominfo Kota Surabaya bahwa wisata heritage di area kota lama itu terbagi menjadi empat zona, yakni zona Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu. Di zona Pecinan, Arab, dan Melayu dahulu adalah menjadi pusat perekonomian. Banyak toko-toko yang didirikan etnis Tionghoa di sepanjang Jalan Kya-Kya ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁꦗꦼꦥꦸꦤ꧀ Kembang Jepun. Serta, banyak saudagar dari Arab dan negara timur yang berdagang.

Tahun 2023 lalu, Pemkot ꦯꦸꦫꦨꦪ Surabaya memulai revitalisasi di kawasan Kya-Kya Kembang Jepun. Dekorasi ditambahkan dengan lampion, menyediakan lapak UMKM  yang di buka setiap akhir pekan di Kya-Kya Reborn, serta gambar mural aktivitas etnis Tionghoa menjadi titik kumpul untuk berswafoto. Kini dipasang pula papan nama toko berbahasa Mandarin.

Saat ini, Pemkot Surabaya terus ꦩꦼꦩ꧀ꦥꦼꦂꦕꦤ꧀ꦠꦶꦏ꧀ mempercantik kawasan wisata heritage itu. Pemkot Surabaya melakukan revitalisasi di kawasan Eropa dengan penataan beberapa fasilitas. Di kawasan Eropa sendiri, ada banyak titik yang bisa dikunjungi pelancong untuk menikmati ragam cerita bersejarah di kawasan kota lama. Bahkan, para pelancong dapat dengan mudah bergeser ke zona lainnya seusai ꦩꦼꦚ꧀ꦗꦼꦭꦗꦃ menjelajah di zona Eropa. 

Gedung Internasio, salah satu gedung termegah di eranya. Foto: kominfo kota Surabaya/omahaksara.id

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, ꦲꦶꦣꦪꦠ꧀ꦱꦾꦃ Hidayat Syah mengatakan Pemkot Surabaya telah mempermudah konektivitas kota lama dengan para wisatawan. Yaitu, melalui armada transportasi umum Suroboyo Bus dan Wira-Wiri Suroboyo. Para pelancong dapat memulai perjalannya melalui centerpoint di ꦠꦩꦤ꧀ꦱꦼꦗꦫꦃꦯꦸꦫꦨꦪ Taman Sejarah Surabaya.

“Di Taman Sejarah juga sedang proses pengerjaan revitalisasi oleh Disperkim Surabaya. Ada area bermain basket, nanti akan ditambahkan playground, mungkin ditambah F&B, kemudian narasi cerita sejarah tentang kota lama juga akan di tampilkan di sana,” kata Hidayat Syah, Selasa (16/1/2024).

Gedung Cerutu ikoni kampung Eropa Surabaya. Foto: kominfo kota Surabaya/omahaksara.id

Beberapa titik menarik di kawasan Eropa dapat dimulai dari ꦠꦩꦤ꧀ꦱꦼꦗꦫꦃꦯꦸꦫꦨꦪ Taman Sejarah Surabaya. Selanjutnya, para pelancong bisa dengan mudah bergeser dan mengunjungi lokasi lainnya. Seperti mengunjungi Gedung Internatio, Gedung Cerutu, Pabrik Limun (Siropen), Museum Hoofdbureau, PTPN IX, Posbloc Surabaya (Kantor Pos Kebonrojo), Sentra Wisata Kuliner (SWK) Kasuari, De Javasche Bank, Telkom Garuda, Jembatan Merah Plaza (JMP), ꦗꦼꦩ꧀ꦧꦠꦤ꧀ꦩꦺꦫꦃ Jembatan Merah, Penjara Kalisosok, dan Orlando Es Krim.

“Di sekitar ꦠꦩꦤ꧀ꦱꦼꦗꦫꦃꦯꦸꦫꦨꦪ Taman Sejarah Surabaya banyak sekali bangunan cagar budaya. Para pelancong bisa dengan mudah bergeser ke Jalan Rajawali, Veteran, dan seterusnya yang masuk dalam kawasan dengan tema Eropa,” terangnya.

Jalan Rajawali dengan sederetan gedung gedung kolonialnya. Foto: kominfo kota Surabaya/omahaksara.id

Selain itu, ꦲꦶꦣꦪꦠ꧀ꦱꦾꦃ Hidayat Syah menjelaskan pada revitalisasi tahap satu ini, beberapa jalan aspal yang menjadi titik strategis itu rencananya akan dibuat dan dipasang cobblestone oleh DSDABM Surabaya. Akan di pasang pula penanda atau identitas bertemakan visualisasi bergaya Eropa. Selanjutnya akan dilakukan perapian vegetasi agar dapat menonjolkan keunikan bagunan lawas gaya Eropa.

“Eropa street furniture akan dimasukkan di sana, misalkan warna, bentuk, dan PJU. Kemudian akan ada perapian vegetasi karena nanti yang akan ditonjolkan adalah keunikan bangunan lawas gaya Eropa,” jelasnya.

Pendulum zaman. Foto: kominfo kota Surabaya/omahaksara.id

Dengan demikian, kawasan kota lama di zona Eropa akan cocok dikunjungi hingga malam hari. Apalagi, kawasan Eropa berdekatan dengan ꦏꦮꦱꦤ꧀ꦥꦼꦕꦶꦤꦤ꧀ kawasan Pecinan yang berhiaskan dekorasi khas Chinatown. Para pelancong dengan mudah bisa melewati Jembatan Merah Surabaya, kemudian menuju kawasan Kya-Kya ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁꦗꦼꦥꦸꦤ꧀ Kembang Jepun.

“Harapannya bisa hidup sampai malam hari. Cuma nanti akan berbeda aktivitasnya,” ujarnya.

Hidayat Syah menerangkan, selain mempermudah para ꦥꦼꦭꦚ꧀ꦕꦺꦴꦁ pelancong bertandang ke kota lama dengan transportasi umum, Pemkot Surabaya juga memberikan ruang bagi para komunitas maupun agen tour dan travel menyediakan paket wisata. Salah satunya adalah walking tour yang digelar oleh agen tour dan travel dan beberapa komunitas yang ada di ꦏꦺꦴꦠꦥꦃꦭꦮꦤ꧀ Kota Pahlawan.

ꦥꦏꦺꦠ꧀ꦮꦶꦱꦠ Paket wisata yang sudah dijalankan seperti dari BersukaRia Walk dan Surabaya Walking Tour by Roodebrug. BersukaRia Walk menyediakan rute dari Taman Jayengrono – Jembatan Merah – Bangunan Bersejarah di Jalan Rajawali – Gedung Internatio – Gedung Telkom – Penjara Kalisosok – De Javasche Bank.

“Sedangkan Surabaya Walking Tour by Roodeburg menyediakan rute dari Taman Jayengrono – Viaduct Ex Halte Trem – Museum Hoofdbureau – bangunan bersejarah di Jalan Jembatan Merah, dan Jalan Veteran – Pos Bloc,” pungkasnya. (Ind/nanang PAR)

 

(*) Indriatno Heryawan

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik serta Statistik.

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *