Puri Aksara Rajapatni dan Disnaker Kota Surabaya ꦩꦼꦫꦚ꧀ꦕꦁ Merancang Pelatihan Bertema Aksara Jawa.

20 January 2024 | 111 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (20/1/24) – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Kota Surabaya yang beralamat di Penjaringan 36 Surabaya sudah bersolek dengan ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa. Ini nampak pada signage yang terpasang di tembok pagar kantor dinas kota di wilayah Timur Surabaya ini.

A. Hermas Thony, Wakil Ketua DPRD Surabaya yang sekaligus Tokoh Pwnggerak Budaya, melihat signage beraksara Jawa di Disnaker Kota Surabaya. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Jumat siang, Tim ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni berkunjung ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya ini untuk memberikan apresiasi atas perannya dalam membumikan Aksara Jawa sebagaimana diinstruksikan oleh Wali Kota Surabaya.

Tim ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni yang terdiri dari Ketua Nanang Purwono dan Sekretaris Novita dengan didampingi oleh Penggerak Budaya Surabaya dan Direktur Nol Sampah Wawan Some diterima langsung oleh (plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Achmad Zaini di ruang kerjanya.

Pertemuan Dadakan di ruang Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya. Kasis Achmad Zaini (kakan). Foto: PAR/omahaksara.id

Selain apresiasi atas peran Disnaker dalam mendukung penggunaan Aksara Jawa, ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni juga melakukan koordinasi tentang kemungkinan kerjasama antara komunitas budaya Aksara Jawa, ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya.

Ketua Rajapatni, ꦤꦤꦁꦥꦸꦂꦮꦤ Nanang Purwono, kepada ꦄꦕ꧀ꦲ꧀ꦩꦣ꧀ꦗ꦳ꦻꦤꦶ Achmad Zaini, menjelaskan tentang komunitas budaya ini. Selain bergerak dalam bidang edukasi berupa belajar Aksara (menulis dan membaca), komunitas ini juga bergerak dalam bidan ekonomi kreatif. ꦤꦺꦴꦮ꦳ꦶꦠ Novita lebih lanjut menjelaskan bahwa Rajapatni akan mengorganisir pelatihan pelatihan ekonomi kreatif dengan tema Aksara Jawa.

Signage Aksara Jawa. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

“Selain sinau Aksara Jawa, kami juga mengadakan pelatihan pelatihan membuat karya seni dan UKM yang berdampak ekonomi. Aksara Jawa kita sisipkan sebagai motifnya. Kami telah melakukan pelatihan membatik dengan motif Aksara Jawa”, jelas ꦤꦺꦴꦮ꦳ꦶꦠ Novita kepada ꦄꦕ꧀ꦲ꧀ꦩꦣ꧀ꦗ꦳ꦻꦤꦶ Achmad Zaini.

Zaini menyambut positif gagasan Rajapatni dan tidak hanya atas nama lembaga dirinya akan mendukung, secara pribadi Zaini akan ikut belajar di kelas Sinau Aksara Jawa. Menurutnya gagasan dan rencana kerja Rajapatni ini baik dan perlu didukung karena ada upaya melestarikan jati diri kota dan ꦧꦸꦣꦪꦧꦁꦱ budaya bangsa.

“Saya mau ikut belajar”, ujar Achmad Zaini.

Lebih lanjut Zaini juga menyampaikan bahwa lembaganya siap memberikan pelatihan pelatihan kreatif sebagai sarana memperkenalkan Aksara Jawa di ꦩꦱꦾꦫꦏꦠ꧀ masyarakat.

Foto kenang kenangan antara Tim Rajapatni dan Disnaker Kota Surabaya. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Sementara itu, A Hermas Thony memandang bahwa respon Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja tepat sekali karena ini adalah salah satu upaya bersama dalam mempersiapkan bonus tenaga kerja di Surabaya.

“Jika tidak ada upaya menangkap peluang bonus demografi ini, maka ke depan justru bonus demografi ini akan menjadi ꦧꦺꦴꦩ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸ bom waktu”, ungkap Thony.

Karenanya, Thony mengajak ꦣꦶꦤꦱ꧀ꦠꦼꦤꦒꦏꦼꦂꦗ Dinas Tenaga Kerja membuat konsep peluang kerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian warga di zona zona tertentu sesuai dengan ruang domisili mereka. (nanang PAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *