Warga Surabaya ꦫꦩꦻꦏꦤ꧀ Ramaikan Aksara Jawa.

28 January 2024 | 140 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (28/1/24) – Kota Surabaya dikenal kaya akan sejarah. Ketika menyimak tanggal 31 Mei 1293 sebagai ꦲꦫꦶꦗꦣꦶꦏꦺꦴꦠꦯꦸꦫꦨꦪ Hari Jadi Kota Surabaya, usia kota ini sudah sangat tua. Tahun ini, 2024, usianya genap 730 tahun. Namun ada yang berargumentasi mengenai Hari Jadi Kota Surabaya ini. Bahwa Hari Jadi Kota Surabaya tidak logis jika jatuh pada tahun 1293.

Sapawarga ramaikan Aksara Jawa. Foto: ist/omahaksara.id

Ada tahun tahun alternatif yang lebih masuk akal dan dapat dipertanggung jawabkan ꦭꦠꦂꦧꦼꦭꦏꦁ latar belakang kesejarahannya mengenai penanggalan yang lebih tepat.

Lepas dari kapan tanggal Hari Jadi Kota Surabaya, perihal ꦲꦫꦶꦗꦣꦶꦏꦺꦴꦠꦯꦸꦫꦨꦪ Hari Jadi Kota Surabaya memang tidak dibahas dalam tulisan ini. Kapan pun penanggalan Hari Jadi Kota Surabaya, yang jelas penanggalan itu pastilah tua. Sudah berabad abad. 

Ada fakta sejarah berupa benda arkeologi ꦱꦸꦩꦸꦂꦗꦺꦴꦧꦺꦴꦁ Sumur Jobong yang sudah ada sejak 1430 M. Juga sudah ada Makam Sunan Ampel yang sudah ada sejak pertengahan abad 15. Masih ada makam dan situs tua di Surabaya seperti Makam Kudo Kardono di jalan Kedondong, Mbah Karimah di Kembang Kuning dan Mbah Sunan Bungkul di Bungkul.

Menilik nama nama kampung di Surabaya, diduga merupakan toponimi dari daerah, yang sudah memiliki ꦥꦼꦫꦣꦧꦤ꧀ꦠꦸꦮ peradaban tua di Surabaya, maka daerah daerah itu adalah jejak peradaban kota. Misalnya kawasan yang memiliki nama Kedung, diduga kawasan ini dulunya secara alami berbentuk kedung kedung atau kolam kolam mata air dengan sungai sungainya.

Ada ꦫꦩꦭꦤ꧀ꦗꦪꦧꦪ ramalan Jayabaya yang berbunyi ‘Yen kali wis ilang kedunge” yang artinya Jika sungai sudah mulai dangkal sehingga hilanglah kedungnya. Jika sumber air sudah mulai kering.

Ternyata banyak area di ꦏꦺꦴꦠꦯꦸꦫꦨꦪ kota Surabaya yang memiliki banyak sungai dan kedung yang sekarang sudah hilang. Contohnya sekarang menjadi Kalisosok, Kalimati, Kalimeer, Kaliondo, Kalijudan dan kali kali lainnya.

Terkait dengan toponimi, di Surabaya juga ada nama nama Kupang. Menurut literasi wikipedia, ꦏꦸꦥꦁ Kupang adalah hewan laut sejenis kerang atau tiram. Bentuknya kecil, berukuran kira-kira tiga sampai lima milimeter, tubuhnya berwarna cokelat agak pucat. Kupang disebut juga kerang putih atau bernama ilmiah corbula faba ini biasanya dapat ditemukan di pinggir pantai atau lumpur berair asin.

Ketika banyak daerah (kampung) di Surabaya bernama ꦏꦸꦥꦁ Kupang, diduga bahwa garis pantai Surabaya pernah di kawasan selatan dari garis pantai sekarang.

Salah satu cerita legenda Surabaya bercerita tentang kampung Kupang. Disebutkan ketika Raden Situbondo membuka hutan, di suatu tempat ia menemukan tumpukan kulit kerang (kupang) yang menggunung, maka daerah itu dinamakan ꦏꦸꦥꦁꦒꦸꦤꦸꦁ Kupang Gunung. 

Kelurahan Kupang Krajan beraksara Jawa. Foto;: ist/omahaksara.id

Di tempat lain ia menemukan daerah yang banyak terdapat kerang yang tersusun rapi sekali sehingga menyerupai kerajaan. Oleh karena itu daerah ini kemudian hari diberi nama ꦏꦸꦥꦁꦏꦿꦗꦤ꧀  Kupang Krajan.

Kupang Krajan adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Kelurahan ini tidak luput dari ikut serta memasang tulisan ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa sebagaimana kelurahan kelurahan lain se kota Surabaya. 

Gerakan budaya beraksara Jawa ini selain dimarakkan oleh jajaran pemerintahan, masyarakat juga sudah mulai berperan. Misalnya memasang banner bertuliskan Aksara Jawa, seperti yang dilakukan oleh kedai  ꦎꦩꦃꦏꦼꦤꦔꦤ꧀  Omah Kenangan dan Juragan Mbako. (nanang PAR).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *