Makam Peneleh Sebagai ꦥꦼꦂꦥꦸꦱ꧀ꦠꦏꦄꦤ꧀ Perpustakaan Hidup. 

1 March 2024 | 40 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (1/3/24) – Makam Peneleh Surabaya segera dipugar menjadi sebuah ꦥꦼꦂꦥꦸꦱ꧀ꦠꦏꦄꦤ꧀ꦲꦶꦣꦸꦥ꧀ Perpustakaan Hidup (Makam Peneleh as a Living Library). Pemugaran ini melibatkan sinergi Tripartiet: Komunitas Begandring Soerabaia – TiMe Amsterdam Belanda dan Universitas 17 Agustus (Untag), yang didukung oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Sekda Kota Surabaya Iksan didampingi Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kota Surabaya Heri Purwa di memimpin Rapa Pemugaran Makam Peneleh. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Dukungan itu terlihat dari rapat koordinasi yang digelar di ruang rapat Sekda di ꦧꦭꦻꦏꦺꦴꦠꦯꦸꦫꦨꦪ Balai Kota Surabaya pada Kamis, (29/2/24) dengan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) kota Surabaya Iksan beserta OPD terkait serta tim pemugaran Tripartit. Sekda Kota Surabaya Iksan mengapresiasi kehadiran TiMe Amsterdam dalam kolaborasi pemugaran Makam Eropa yang sudah berdiri sejak 1847.

Sebelum kolaborasiꦠꦿꦶꦥꦂꦠꦶꦠ꧀ Tripartit ini, pemerintah Kota Surabaya juga sudah merancang revitalisasi Makam dengan mitra dari Belanda pada 2014. Namun proyek itu terkendala dengan kepemilikan kuburan yang diduga masih memiliki ahli waris. 

Menurut penelusuran ꦧꦼꦒꦤ꧀ꦝꦿꦶꦁ Begandring, memang ada kuburan kuburan penting dalam ukuran besar dan utuh yang lahannya akan difungsikan sebagai lahan parkir. Karena urusan status lahan Makam itulah, proyek 2014 itu terhenti. Menurut temuan lapangan Yayan Indrayana, co Project Leader, pemugaran Makam 2014 itu tidak mempertimbangkan aspek historis dari Makam. 

Berbeda dengan project 2024, yang sedang diusung oleh ꦏꦺꦴꦭꦧꦺꦴꦫꦱꦶ kolaborasi tripartit ini, dimana aspek historis menjadi utama sebagai dasar pemugaran. Berdasarkan kesepakatan sebagaimana tertulis dalam kontrak kerja antara Begandring dan TiMe Amsterdam bahwa ada 8 tokoh sentral di Makam Peneleh.

Diantaranya adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda Pieter Merkus, Photografer Kurkdjian Ohannes, ꦫꦺꦱꦶꦣꦺꦤ꧀ꦯꦸꦫꦨꦪ Residen Surabaya Daniel Franscois Willem Pietermaat, Wakil Dewan Hindia Belanda PJB De Perez, Ahli Bahasa Herman van der Tuuk, Peletak Dasar Politik Etis Smutzser, kuburan kolosal para ursulinen dan peletak batu pertama pembangunan Gedung Singa Jan von Hemert di jalan Jembatan Merah Surabaya. 

Nama nama tokoh ini menjadi dasar arah pemugaran, yang berjudul Makam Peneleh sebagai Perpustakaan Hidup (Makam Peneleh as a Living Library). Karenanya kegiatan ꦥꦼꦩꦸꦒꦫꦤ꧀ pemugaran ini secara Intangible mencoba menggali riwayat biografi para tokoh sejarah Surabaya yang ada di Makam Peneleh. 

Petra Timmer (kiri) dan Max Meijer (kanan) dari TiMe Amsterdam. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

“Dalam project pertama ini (2024) kami mengambil 8 tokoh. Kami berharap tahun berikutnya akan ada tokoh tokoh lainnya. Mengingat di makam ini memiliki banyak tokoh penting dalam pembangunan dan perkembangan kota Surabaya di era kolonial”, jelas Max Meijer, konsultan permuseuman dan cagar budaya dari TiMe Amsterdam. 

Selain ꦩꦼꦩ꧀ꦧꦔꦸꦤ꧀ membangun data informasi Biografi para tokoh, proyek ini, menurut Max, akan menyentuh perbaikan kuburan ke delapan tokoh, menyiapkan keberadaan Pusat Informasi Pengunjung (Visitors Information Centre) dan membangun Website Information Centre sebagai wadah kelola informasi Makam Peneleh. 

Sementara itu, Ir. Retno Hastijanti, mewakili Universitas 17 Agustus (Untag) yang juga selalu Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Surabaya menyampaikan dalam rapat koordinasi itu bahwa skema ꦏꦼꦂꦗꦱꦩ kerjasama antara Begandring dan TiMe Amsterdam yang didanai oleh Dutch Culture dari Pemerintah Kerajaan Belanda adalah pembiayaan (pendanaan) bersama yang umum disebut Matching Fund. 

Sehingga project ꦥꦼꦩꦸꦒꦫꦤ꧀ pemugaran Makam Peneleh ini dibiayai bersama oleh kedua belah pihak antara Pemerintah Belanda dan Pemerintah Kota Surabaya. Sebagaimana dipaparkan oleh Begandring bahwa grand design pemugaran Makam Peneleh ini bersifat menyeluruh, yang tentu saja banyak kegiatan di luar jangkauan TiMe Amsterdam dan Begandring. 

Max Meijer dan Petra Timmer menyambung proyek lama dan baru dengan Dwija (kanan). Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Apa yang dikerjakan TiMe Amsterdam, Begandring dan Untag adalah sebagaimana tertulis dalam kontrak kerja adalah Pusat Informasi Pengunjung, 8 Kuburan Tokoh dan Website. 

Dalam rapat koordinasi di ruang rapat Sekda di Balai Kota pada Kamis (29/2/24), Pemerintah Kota sangat mendukung project pemugaran ini (2024) karena kegiatan ini dianggap sebagai ꦏꦼꦭꦚ꧀ꦗꦸꦠꦤ꧀ kelanjutan dari rencana sebelumnya (2014) yang berhenti. 

“Pada prinsipnya kami Pemerintah Kota Surabaya mendukung kegiatan ini dan semoga pada bulan Mei bisa menjadi bagian dari Kick Off Revitalisasi Kota Lama Surabaya”, simpul Sekda Iksan sebelum meninggalkan ruang rapat. (nanang PAR) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *