Warga Asing Minati Belajar ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa

17 March 2024 | 26 kali
Umum By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (17/3/24) – Tangan itu menggurat ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa untuk kali pertama. Maklum ia datang dari mancanegara. Letaknya nun jauh di sana. Dari benua Amerika.

John Pierce namanya. Sudah bisa bicara Bahasa Jawa. Tapi masih asing terhadap ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa, simbol simbol bagi Bahasa Jawa.

John pun datang ikut belajar ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa yang diadakan oleh komunitas budaya, Puri Aksara Rajapatni. John tertarik dengan budaya Jawa. Setelah tau bahasanya, selanjutnya ia ingin belajar Aksaranya.

Media belajar Sinau Aksara Jawa ini adalah gelombang kedua, yang diadakan oleh ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni. Gombang kedua ini adalah kelanjutan dari gombang pertama yang diadakan diokasi yang sama. Hanya berbeda gedung.

Sebelumnya bertempat di gedung ꦠꦩꦤ꧀ꦧꦕꦩꦱꦾꦫꦏꦠ꧀ Taman Baca Masyarakat (TBM) yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya. Kini bertempat di gedung museum yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya.

John Pierce, asal ꦄꦩꦺꦫꦶꦏꦱꦼꦫꦶꦏꦠ꧀‌ Amerika Serikat, adalah salah satu dari peserta belajar Aksara Jawa gelombang kedua. Setiap kelas hanya menampung 10 peserta demi efektifitas dan kapasitas kelas yang juga disesuaikan dengan jumlah guru pengajar Aksara Jawa.

Kelas Sinau Aksara Jawa

Kelas Sinau Aksara Jawa, yang diadakan komunitas budaya ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni, dimulai lagi. Ini adalah kelas (gelombang) kedua setelah kelas pertama, Sinau Aksara Jawa (SAK) 01, digelar pada Januari – Februari 2024.

Setiap kelas berlangsung dalam 5 kali ꦥꦼꦂꦠꦼꦩꦸꦮꦤ꧀ pertemuan, yang terdiri dari 4 kali pertemuan di dalam kelas dan sekali di luar kelas dalam bentuk aksi sosial. Pemasangan banner beraksara Jawa pada lapak dan rombong penjual makanan dan minuman. Pertemuan rutin diadakan di komplek Museum Pendidikan Surabaya di jalan Genteng kali 10 Surabaya setiap Sabtu, pukul 15.30-17.00.

Jika pada kelas SAJ 01 diadakan di ruang Taman Baca (Dispusip) di komplek Museum Pendidikan Surabaya, untuk kelas SAJ 02 ini diadakan di gedung Museum (Disbudporapar). Kegiatan ꦱꦶꦤꦻꦴꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Sinau Aksara Jawa ini gratis alias tidak dipungut biaya. Kelas Sinau Aksara Jawa kedua ini berlangsung pada bulan Maret – April 2024.

Menurut Pendiri ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni, Ita Surojoyo, kegiatan sinau Aksara Jawa ini adalah bagian dari upaya pelestarian literasi Aksara Nusantara, khususnya Aksara Jawa.

“Kegiatan ini gratis, tidak dipungut biaya. Kami selama ini patungan untuk operasional demi terselenggaranya kegiatan untuk memasyarakatkan kembali Aksara Jawa yang mati suri”, jelas ꦆꦠꦯꦸꦫꦗꦪ Ita Surojoyo yang dalam keseharian bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan konsultan pendidikan luar negeri.

Kegiatan Sinau Aksara Jawa ini sekaligus sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah Kota Surabaya dalam hal penggunaan Aksara Jawa sebagai media penulisan nama nama kantor dan instansi di lingkungan Pemerintah ꦏꦺꦴꦠꦯꦸꦫꦨꦪ Kota Surabaya.

“Kami ingin masyarakat tidak buta Aksara Jawa ketika melihat Aksara Jawa telah terpampang di kantor kantor pemerintah mulai dari OPD, Kecamatan hingga kantor kelurahan”, tambah ꦆꦠꦯꦸꦫꦗꦪ Ita Surojoyo, yang sebenarnya sebagai relawan pengajar Aksara Jawa (volunteer teacher Aksara Jawa).

Dalam dua kali penyelenggaraan Kelas Sinau Aksara Jawa, mulai dari SAJ 01 dan SAJ 02, justru diikuti oleh warga ekspatriat.

“Di kelas pertama ada keluarga Jepang, yang terdiri dari bapak, ibu dan anak. Kini di kelas kedua telah terdaftar keluarga Amerika”, jelas Ita yang juga aktif menulis buku cerita anak beraksara dan berbahasa Jawa.

Kelas Sinau Aksara Jawa ini disusun dalam sebuah modul yang diantaranya mengajarkan sejarah Aksara Jawa, belajar menulis baik manual maupun digital serta membaca Aksara Jawa.

Aksara Jawa memang masih langka di rumah sendiri. Namun di Surabaya, gerakan membumikan Aksara Jawa sudah dimulai, yang cepat atau lambat, Aksara Jawa (Nusantara) bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri  atas ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦄꦱꦶꦁ Aksara Asing yang mulai masuk Surabaya.

Maka melalui kelas Sinau Aksara Jawa, yang digelar oleh ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦄꦱꦶꦁ Puri Aksara Rajapatni ini, bisa mengembalikan dan mendekatkan Aksara Jawa dengan masyarakat modern (nanang PAR)

Warga Asing Minati Belajar ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa

Omahaksara.id: Surabaya (17/3/24) – Tangan itu menggurat ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa untuk kali pertama. Maklum ia datang dari mancanegara. Letaknya nun jauh di sana. Dari benua Amerika.

John Pierce namanya. Sudah bisa bicara Bahasa Jawa. Tapi masih asing terhadap ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa, simbol simbol bagi Bahasa Jawa.

John pun datang ikut belajar ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa yang diadakan oleh komunitas budaya, Puri Aksara Rajapatni. John tertarik dengan budaya Jawa. Setelah tau bahasanya, selanjutnya ia ingin belajar Aksaranya.

Media belajar Sinau Aksara Jawa ini adalah gelombang kedua, yang diadakan oleh ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni. Gombang kedua ini adalah kelanjutan dari gombang pertama yang diadakan diokasi yang sama. Hanya berbeda gedung.

Sebelumnya bertempat di gedung ꦠꦩꦤ꧀ꦧꦕꦩꦱꦾꦫꦏꦠ꧀ Taman Baca Masyarakat (TBM) yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya. Kini bertempat di gedung museum yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya.

John Pierce, asal ꦄꦩꦺꦫꦶꦏꦱꦼꦫꦶꦏꦠ꧀‌ Amerika Serikat, adalah salah satu dari peserta belajar Aksara Jawa gelombang kedua. Setiap kelas hanya menampung 10 peserta demi efektifitas dan kapasitas kelas yang juga disesuaikan dengan jumlah guru pengajar Aksara Jawa.

Kelas Sinau Aksara Jawa

Kelas Sinau Aksara Jawa, yang diadakan komunitas budaya ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni, dimulai lagi. Ini adalah kelas (gelombang) kedua setelah kelas pertama, Sinau Aksara Jawa (SAK) 01, digelar pada Januari – Februari 2024.

Setiap kelas berlangsung dalam 5 kali ꦥꦼꦂꦠꦼꦩꦸꦮꦤ꧀ pertemuan, yang terdiri dari 4 kali pertemuan di dalam kelas dan sekali di luar kelas dalam bentuk aksi sosial. Pemasangan banner beraksara Jawa pada lapak dan rombong penjual makanan dan minuman. Pertemuan rutin diadakan di komplek Museum Pendidikan Surabaya di jalan Genteng kali 10 Surabaya setiap Sabtu, pukul 15.30-17.00.

Jika pada kelas SAJ 01 diadakan di ruang Taman Baca (Dispusip) di komplek Museum Pendidikan Surabaya, untuk kelas SAJ 02 ini diadakan di gedung Museum (Disbudporapar). Kegiatan ꦱꦶꦤꦻꦴꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Sinau Aksara Jawa ini gratis alias tidak dipungut biaya. Kelas Sinau Aksara Jawa kedua ini berlangsung pada bulan Maret – April 2024.

Menurut Pendiri ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni, Ita Surojoyo, kegiatan sinau Aksara Jawa ini adalah bagian dari upaya pelestarian literasi Aksara Nusantara, khususnya Aksara Jawa.

“Kegiatan ini gratis, tidak dipungut biaya. Kami selama ini patungan untuk operasional demi terselenggaranya kegiatan untuk memasyarakatkan kembali Aksara Jawa yang mati suri”, jelas ꦆꦠꦯꦸꦫꦗꦪ Ita Surojoyo yang dalam keseharian bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan konsultan pendidikan luar negeri.

Kegiatan Sinau Aksara Jawa ini sekaligus sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah Kota Surabaya dalam hal penggunaan Aksara Jawa sebagai media penulisan nama nama kantor dan instansi di lingkungan Pemerintah ꦏꦺꦴꦠꦯꦸꦫꦨꦪ Kota Surabaya.

“Kami ingin masyarakat tidak buta Aksara Jawa ketika melihat Aksara Jawa telah terpampang di kantor kantor pemerintah mulai dari OPD, Kecamatan hingga kantor kelurahan”, tambah ꦆꦠꦯꦸꦫꦗꦪ Ita Surojoyo, yang sebenarnya sebagai relawan pengajar Aksara Jawa (volunteer teacher Aksara Jawa).

Dalam dua kali penyelenggaraan Kelas Sinau Aksara Jawa, mulai dari SAJ 01 dan SAJ 02, justru diikuti oleh warga ekspatriat.

“Di kelas pertama ada keluarga Jepang, yang terdiri dari bapak, ibu dan anak. Kini di kelas kedua telah terdaftar keluarga Amerika”, jelas Ita yang juga aktif menulis buku cerita anak beraksara dan berbahasa Jawa.

Kelas Sinau Aksara Jawa ini disusun dalam sebuah modul yang diantaranya mengajarkan sejarah Aksara Jawa, belajar menulis baik manual maupun digital serta membaca Aksara Jawa.

Aksara Jawa memang masih langka di rumah sendiri. Namun di Surabaya, gerakan membumikan Aksara Jawa sudah dimulai, yang cepat atau lambat, Aksara Jawa (Nusantara) bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri  atas ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦄꦱꦶꦁ Aksara Asing yang mulai masuk Surabaya.

Maka melalui kelas Sinau Aksara Jawa, yang digelar oleh ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦄꦱꦶꦁ Puri Aksara Rajapatni ini, bisa mengembalikan dan mendekatkan Aksara Jawa dengan masyarakat modern (nanang PAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *