ꦏꦺꦴꦩꦸꦤꦶꦠꦱ꧀ Komunitas di Hari Pers Nasional

10 February 2024 | 94 kali
Opini By : Nanang Purwono

Seorang wartawan dengan kamera foto meliput peristiwa yang menjadi sumber berita di kantor DPRD Kota Surabaya. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Omahaksara.id: Surabaya (10/2/24) – Pers harus berperan pada fungsi sejatinya sebagai ꦥꦼꦩꦼꦂꦱꦠꦸ pemersatu dengan menumbuhkan semangat nasionalisme anak bangsa dalam upaya mewujudkan bangsa yang bermartabat dan berdaya saing untuk menjawab tantangan zaman.

Di masa kemerdekaan, lewat karya-karya jurnalistiknya pers berperan aktif menumbuhkan semangat ꦤꦱꦶꦪꦺꦴꦤꦭꦶꦱ꧀ꦩꦼ nasionalisme setiap anak bangsa untuk lepas dari penjajahan. Kawasan Peneleh, yang terkenal sebagai kampung pergerakan sebelum bangsa Indonesia merdeka, disebut sebagai kampung pergerakan. Selain Presiden Pertama Indonesia, Soekarno, lahir di kawasan ini pada 1901, kawasan ini juga sudah bermukim tokoh tokoh penggerak bangsa.

HOS Tjokroaminoto, yang bertempat tinggal di Peneleh VII, adalah salah satunya dan menjadi panutan dalam ꦥꦼꦂꦒꦼꦫꦏꦤ꧀ꦧꦁꦱ pergerakan bangsa. Rumahnya menjadi kos kosan para pemuda dengan ideologi yang berbeda beda tetapi sama tujuan. Yaitu memerdekaan bangsa.

Saat itu di awal abad 20, Indonesia belum menjadi sebuah negara yang berdaulat. Kondisi masih di bawah kekuasaan Hindia Belanda. Ketika Indonesia memperingati HUT ꦏꦼꦩꦼꦂꦣꦺꦏꦄꦤ꧀ Kemerdekaan yang ke 79 tahun, berarti hitungan Nol diawali dari tahun 1945 tanggal 17 Agustus.

Pada masa masa pergerakan, khususnya di kawasan Peneleh, para tokoh pergerakan ini rata rata memiliki ꦥꦼꦤꦼꦂꦧꦶꦠꦤ꧀ penerbitan. Salah satu di antara mereka adalah dr Soetomo. Hingga kini hasil karya dr. Soetomo itu masih lestari di tempatnya (in situ). Namanya penerbitan Panjebar Semangat (PS). Pada kolom kolomnya di awal awal penerbitan, berisi dengan konten konten Pergerakan. Bahkan di rumah lahir Bung Karno di jalan Pandean IV, juga pernah ditempati sebagai rumah percetakan. 

Tidak hanya hidupnya percetakan dan penerbitan, pelaku pelakunya (pemiliknya) adalah para penari tinta, ꦮꦂꦠꦮꦤ꧀ wartawan. Mereka pelaku pergerakan yang tidak hanya dalam wujud giat fisik, tetapi pikirannya juga menggiring publik demi bangsa. Mereka menulis demi masa depan bangsa yang merdeka dan berdaulat. Pena dan media menjadi alat penggerak untuk meraih cita cita bangsa.

Sekarang pena dan media juga harus bisa menjadi alat dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa serta meraih dan mewujudkan impian bangsa. Pers  juga harus mampu berperan untuk menggalang semangat setiap warga negara untuk bersatu mewujudkan bangsa yang berdaya saing dan ꦧꦼꦂꦩꦂꦠꦧꦠ꧀ bermartabat.

 

Pers Komunitas

Pers komunitas adalah jenis pers, yang memiliki jangkauan wilayah sirkulasi yang sangat ꦠꦼꦂꦧꦠꦱ꧀ terbatas. Pers komunitas biasanya hanya mencakup satu atau beberapa desa dalam satu kecamatan. Jangkauan (coverage area) fisik ini terdengar jadul, dulu sekali. Sekarang eranya digital sehingga jangkauannya global.

Momen kunjungan wisatawan mancanegara di Surabaya. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Fungsi, yang lebih banyak dikembangkan oleh pers komunitas, adalah penyebarluasan informasi dan ꦌꦣꦸꦏꦱꦶ edukasi. Pers komunitas bisa juga dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan khalayak pembaca yang berada dalam lingkungan suatu organisasi, instansi, perusahaan baik swasta maupun pemerintah.

Komunitas sendiri memiliki perhatian dan bahkan keahlian tertentu di suatu bidang. Ada banyak komunitas yang bertumbuh dan bertambah dalam jumlah di Surabaya dan di tempat tempat lain. Kelebihan dari suatu komunitas inilah harus dapat disumbangkan untuk bersama sama menjaga ꦏꦼꦱꦠꦸꦮꦤ꧀ꦝꦤ꧀ꦥꦼꦂꦱꦠꦸꦮꦤ꧀ kesatuan dan persatuan, utamanya melalui minatnya masing masing.

Jika ada komunitas yang memiliki minat di bidang sejarah, maka melalui bidang ini bisa menjadi alat untuk membangun bangsa. Jika ada komunitas yang memiliki minat di bidang budaya, maka melalui bidang ini, mereka bisa ikut ꦧꦼꦂꦥꦂꦠꦶꦱꦶꦥꦱꦶ berpartisipasi membangun bangsa. Membangun bangsa bisa bermacam macam cara sesuai kemampuan dan keahliannya setiap warga negara.

Kemampuan dan keahlian inilah, yang harus dikelola, agar ꦩꦼꦩ꧀ꦧꦮ membawa manfaat bagi semua dan pers komunitas bisa mengabarkan gagasan, proses implementasi gagasan hingga akhir dari implementasi gagasan. Para ahli dalam komunitas itulah yang lebih mengetahui hal dan isu yang dikerjakannya.

Selama ini komunitas umumnya masih memiliki sebatas media sosial dalam berbagi minat kepada masyarakat. Jika masing masing komunitas bisa mengelola media untuk berbagi kepada masyarakat, maka akan tumbuh media media yang mempositioningkan diri pada bidang bidang tertentu. Tentu saja ꦩꦺꦣꦶꦪꦏꦺꦴꦩꦸꦤꦶꦠꦱ꧀ media komunitas ini juga harus terverifikasi sebagai media yang turut bermain di tengah tengah masyarakat atau mengikuti peraturan peraturan yang berlaku sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan.

Pers komunitas harus memiliki ꦠꦁꦒꦸꦁꦗꦮꦧ꧀ꦩꦺꦴꦫꦭ꧀ tanggung jawab moral. Mereka harus berbagi berita dan informasi berdasarkan kebenaran, fakta dan bukan opini, kecuali dibingkai dalam tajuk opini. Sebetulnya ada dan tentu banyak fakta fakta sesuai bidang yang menjadi positioning komunitas. Mereka pasti bisa mencari dan menemukan sumber sumber yang bisa dijadikan pijakan dan dasar untuk penulisan.

Sayang belum setiap komunitas memiliki alat pers untuk berbagi secara bertanggung jawab. Bahkan komunitas dengan skil dan pengetahuannya diharapkan bisa berbagi dengan lainnya untuk menambah wawasan publik dan untuk lebih mengasah ꦏꦼꦠꦗꦩꦤ꧀ ketajaman wawasan mereka sendiri. 

Sayang juga bahwa masih banyak komunitas berkegiatan untuk menyenangkan diri sendiri, belum untuk publik. Tidak masalah dan itu hak mereka. 

Di hari pers ini jika bertambah komunitas yang semakin bisa berbagi ilmu, wawasan dan pengetahuannya untuk pihak lain secara konstruktif dan masif, maka semakin kuatlah ꦧꦁꦱ bangsa ini di kemudian hari.

Semoga semakin bermunculan pers komunitas dalam penguatan peran pers di negeri ini. ꦱꦼꦭꦩꦠ꧀ꦲꦫꦶꦥꦺꦂꦱ꧀ꦤꦱꦶꦪꦺꦴꦤꦭ꧀‌ Selamat Hari Pers Nasional, 9 Februari 2024. (nanang PAR).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *