Puri Aksara Rajapatni Mulai Bangun ꦗꦫꦶꦔꦤ꧀ Jaringan

29 December 2023 | 38 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (28/11/23) – Berdasarkan tabel Unicode, Aksara Jawa berada pada tabel 7 (limited use), yang artinya ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa masih pada level sebagai hiasan. Idealnya Aksara Jawa berada pada tabel 5 (recommended use), yang berarti ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa sudah digunakan dalam keseharian.

Aksara Jawa di Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata. Foto: nanana PAR/omahaksara.id

Untuk ꦩꦼꦫꦁꦏꦏ꧀ merangkak naik, penggunaan aksara Jawa, yang masih sebagai hiasan itu, harus menjadi kebanggaan. Secara fisik kehadiran aksara Jawa sudah menambah ꦌꦱ꧀ꦠꦺꦠꦶꦏ estetika dan ꦏꦼꦆꦤ꧀ꦝꦲꦤ꧀ keindahan. Salah satu keindahan itu dapat dinikmati di kantor Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya.

Menurut ꦲꦼꦫꦶꦥꦸꦂꦮꦣꦶ Heri Purwadi, Kepada Bidang Kebudayaan, Disbudparpora Kota Surabaya, pemasangan aksara Jawa di kantornya sudah sejak bulan November 2023 lalu. Heri setuju bahwa penggunaan aksara Jawa, meski masih sebatas hiasan, bisa mendorong orang untuk menyukainya. 

Baginya aksara Jawa tidak sekedar goresan pada media kertas, lontar atau pun daluwang tapi sudah lebih dari itu bahwa goresan aksara Jawa adalah ukiran  filosofi kehidupan. Aksara Jawa memang menyimpan banyak nilai nilai kehidupan dan sekaligus tuntunan kehidupan.

Diakui atau tidak bahwa aksara Jawa di era sekarang terasa jauh dari generasi milenial dan gen z. Seolah ada gab. Maklum mereka terlahir ketika ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦤꦸꦱꦤ꧀ꦠꦫ aksara nusantara ini, termasuk aksara Jawa sudah tersingkir dari peradaban modern. Aksara Jawa bagai sebuah ungkapan kuno  ꦲꦶꦣꦸꦥ꧀ꦱꦼꦒꦤ꧀ꦩꦠꦶꦠꦏ꧀ꦩꦻꦴ    “hidup segan mati tak mau”.

Logo Puri Aksara Rajapatni. Foto: rajapatni/omahaksara.id

Di Surabaya, Aksara Jawa dianggap mulai hidup kembali. Adalah ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni, yang dengan rasa cintanya kepada Aksara Jawa, memberi ruh kehidupan. Aksara Jawa seolah bangkit dari kegelapan zaman. Aksara Jawa sekarang bertengger di gedung gedung pemerintah.

Terkait dengan pemasangan Aksara Jawa di gedung dan kantor pemerintah kota Surabaya, Rajapatni, yang hadir di Surabaya pada 22 Desember 2023, segera melakukan koordinasi dengan pihak pihak terkait guna ꦩꦼꦤ꧀ꦝꦸꦏꦸꦁ mendukung lancarnya rencana kegiatan kegiatan.

Dua agenda yang akan dilakukan adalah kegiatan belajar Aksara Jawa dan Pelatihan Ketrampilan ꦌꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦩꦶꦏꦿꦺꦪꦠꦶꦥ꦳꧀ Ekonomi Kreatif. Karenanya pada Kamis, 28 Desember 2023, tim Rajapatni yang terdiri dari Ketua (Nanang Purwono) dan Sekretaris (Novianti) bertemu Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudparpora) dan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Surabaya.

Kadisbudporapar Kota Surabaya, Wiwiek Widayati (kanan) saat menemui tim Rajapatni, Novita (tengah). Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Disampaikan oleh Ketua    ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni kepada Wiwiek Widayati bahwa dalam berkegiatan, Rajapatni akan membutuhkan tempat untuk belajar aksara Jawa. Adapun tempat edukasi yang dibutuhkan adalah ruang belajar di Museum Pendidikan dan Co Working Space. 

Ferrida Widyastuti, Dinas Koperasi (tengah) sedang menemui tim Rajapatni. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Sementara dukungan yang dibutuhkan dari Dinas Koperasi dan UMKM adalah sarana pelatihan seperti membatik karena Rajapatni bersama pegiat ekonomi dan budaya di lingkungan kecamatan ꦗꦩ꧀ꦧꦔꦤ꧀ Jambangan akan membuat desain batik beraksara Jawa. Rajapatni sendiri adalah komunitas budaya yang terdiri dari pegiat sejarah dan budaya, praktisi profesional, guru dan ꦩꦲꦱꦶꦱ꧀ꦮ mahasiswa serta ꦱꦼꦤꦶꦩꦤ꧀ seniman. (nanang PAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *