Aksara Jawa Jadi Sumber Sejarah Surabaya

10 April 2024 | 364 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Koin beraksara Jawa bisa menjadi sumber sejarah kota Surabaya. Foto: dok nan/omahaksara.id

Omahaksara.id: Surabaya (10/4/24) –

꧋ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮꦩꦼꦤꦩ꧀ꦧꦃꦱꦸꦩ꧀ꦧꦼꦂꦱꦼꦗꦫꦃꦏꦺꦴꦠꦯꦸꦫꦨꦪ꧉ꦏꦭꦶꦆꦤꦶ꧈ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮꦆꦠꦸꦠꦼꦂꦠꦸꦭꦶꦱ꧀ꦝꦶꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦏꦺꦴꦮꦶꦤ꧀ꦏꦼꦭꦸꦮꦫꦤ꧀ꦥꦼꦩꦼꦫꦶꦤ꧀ꦠꦲꦤ꧀ꦆꦁꦒꦿꦶꦶꦱ꧀ꦏꦼꦠꦶꦏꦧꦼꦂꦏꦸꦮꦱꦣꦶꦲꦶꦤ꧀ꦝꦶꦪꦧꦼꦭꦤ꧀ꦝ (꧇꧑꧘꧑꧑꧇꧇꧑꧘꧑꧖꧇)꧉

Aksara Jawa menambah sumber sejarah kota Surabaya. Kali ini,  Aksara Jawa itu tertulis di sebuah koin keluaran pemerintahan Inggris ketika berkuasa di Hindia Belanda (1811-1816).

Bagi sebagian orang, koin ini sudah tidak asing karena mereka pernah membicarakannya. tapi bagi sebagian besar warga Surabaya, yang jumlahnya hampir 3 juta orang, koin itu terhitung langka. Selain jumlahnya terhitung super sedikit atau hampir tinggal gambar saja, bendanya sudah tidak ada. Ketika Museum BI memiliki gambar foto, yang dimuat dalam koleksi numismatiknya, dapat diduga bendanya masih tersimpan dengan baik.

Berangkat dari dugaan itulah, Puri Aksara Rajapatni melacaknya. Setidaknya melacak data, yang bisa mengungkap kesejarahan yang terkait dengan Surabaya. Jika beruntung, kalau kelak bisa menemukan bendanya.

Pelacakan data ini dimulai dari website Bank Indonesia. www.bi.go.id/layanan/museum-bi/koleksi-museum/default.aspx. Di sana didapati gambar koin beserta keterangan umum bahwa di era Hindia Timur di bawah kekuasaan Inggris, pernah dikeluarkan uang koin Ropij Jawa. Di bawah kekuasaan Raffles di Surabaya, Raffles kala itu

berusaha memperbaiki keadaan keuangan di wilayah ini dengan menarik sekitar 8,5 juta Rijksdaalder dari peredaran, dan menghidupkan kembali Real Spanyol sebagai standar mata uang perak.

Pada tahun 1813, Real Spanyol ini digantikan dengan Ropij Jawa yang terbuat dari emas, perak, dan tembaga, yang dicetak di Surabaya. Demikian keterangan dari laman Bank Indonesia.

Karena masih bersifat umum dan tidak menunjukkan spesifikasi mata uangnya, maka Puri Aksara Rajapatni melacak dan mencari tau ke seorang kolektor mata uang. Namanya Ali Budiono, Sekretaris Jenderal Masyarakat Numismatik Surabaya.

Darinya, Puri Aksara Rajapatni dapat petunjuk sumber. Yaitu: www.en/numista.co/catalog. Maka dari pelacakan website ini diketahui bahwa uang koin beraksara Jawa dengan tulisan, yang terdiri dari tiga baris. Tulisan Aksara Jawanya adalah sebagai berikut:

ꦏꦼꦩ꧀ꦥ꧀ꦤꦶꦲꦶꦁꦒ꧀ꦭꦶꦱ꧀

ꦪꦱꦲꦶꦁꦱꦸꦫꦥꦿꦶꦁꦒ

꧑꧗꧔꧓

Bunyi dalam Aksara Latinnya adalah:

Kempni Ingglis, yasa ing Surapringga 1743

Sementara di sisi lainnya bertuliskan Arab Pegon yang tertulis :

هنگليس سك كمڤني ؁١٢٣٠ ضرب در جزيرە جاوا,

yang bunyinya :

Hinglis sikka kompani sanah 1230 ḍuriba dar jazirat Jawa.

Artinya :

Perusahaan Inggris tahun 1230 dicetak di pangkalan di Pulau Jawa.

Sumber: en.numista.com

Dijelaskan bahwa kala itu dari 1811-1816 Pemerintahan Inggris sedang menguasai Hindia Belanda. Uang dengan keterangan Surapringga atau Surabaya dibuat di Surabaya.

Dari keping mata uang keluaran era pemerintahan Inggris ini kita bisa tahu bagaimana kondisi ekonomi dan kestabilan Surabaya. Surabaya adalah kota yang kuat.

Dari data Inskripsi di sana diketahui bahwa ada nama lain selain Surabaya. Yaitu Surapringga. Sebuah nama yang sudah dikenal di era “kerajaan” Surabaya.

Sekarang di saat kota Surabaya sedang menata museum kotanya, bukan tidak mungkin koin ini menjadi sumber sejarah tentang perjalanan peradaban Surabaya. (Nanang PAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *