Perlunya Gerakan Bottom Up Dalam ꦧꦼꦂꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Beraksara Jawa di Surabaya.

5 January 2024 | 36 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (5/1/24) – Dari Surabaya Barat, tepatnya di ꦏꦼꦭꦸꦫꦲꦤ꧀ꦠꦚ꧀ꦗꦸꦁꦱꦫꦶ kelurahan Tanjungsari, dikabarkan bahwa Aksara Jawa telah bertengger di sana. Bentuk aksaranya indah, seindah nama yang terkandung. Tanjungsari berasal dari nama jenis pohon yang besar yang umum di India, Tanjung. Tetapi pohon ini sudah masuk ke Nusantara selama berabad abad. ꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀ꦠꦚ꧀ꦗꦸꦁ Pohon Tanjung berbunga harum semerbak dan bertajuk rindang, yang umumnya tumbuh (ditanam) di tepi jalan.

Kelurahan Tanjungsari Surabaya beraksara Jawa. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Apakah di kawasan Tanjungsari ini dulu pernah tumbuh pohon Tanjung?

Lepas dari apakah Tanjungsari merupakan toponimi dari pohon Tanjung, yang jelas disana, ꦏꦼꦭꦸꦫꦲꦤ꧀ꦠꦚ꧀ꦗꦸꦁꦱꦫꦶ kelurahan Tanjungsari, telah mekar Aksara Jawa. Aksara Jawa memang telah bermekaran di kota ꦯꦸꦫꦨꦪ Surabaya bagai tumbuhnya jamur di musim penghujan. Kelak cepat atau lambat, Aksara Jawa akan tumbuh di 154 kelurahan, 31 kecamatan dan sekitar 20 kantor dinas se kota Surabaya.

Di kantor kelurahan Tanjungsari pada Kamis sore (4/1/24) pegiat budaya dari ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni sempat ditemani oleh seorang petugas kelurahan dan seorang warga setempat. Sempat dilontarkan pertanyaan kepada petugas apakah dia mengerti bacanya Aksara Jawa di kantor kelurahan tersebut.

“Tidak tau pak”, jawab si petugas yang bernama Eko.

Eko, petugas kelurahan (kiri) dan Tri Prio Wijoyo, pegiat budaya (kanan) di kantor kelurahan Tanjungsari. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Kemudian pegiat budaya Rajapatni, Nanang Purwono, yang didampingi oleh warga setempat, ꦠꦿꦶꦥꦿꦶꦪꦺꦴꦮꦶꦗꦪꦺꦴ Tri Prio Wijoyo, menyarankan agar dirinya mulai belajar menulis dan membaca Aksara Jawa. Tri Prio Wijoyo, yang mengerti baca dan tulis Aksara Jawa, memberitahu Eko bagaimana bacaan Aksara Jawa di ruang kelurahan itu.

“Ini ꦏ (Ka), yang dipepet dan berbunyi “Ke”, lalu  ꦭ (La) diwulu jadi “Lu”, ini ꦫ (Ra)…”, terang Tri Prio Wijoyo kepada petugas kelurahan.

Melihat fakta ini, memang banyak orang, publik, belum bisa membaca dan tentu saja menulis ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa. Padahal belum lama lagi di seluruh tempat di Surabaya, yang diwakili oleh 154 kantor kelurahan dan 31 kantor kecamatan serta sekitar 20 kantor dinas di lingkungan pemerintah kota Surabaya, akan terpasang Aksara Jawa.

Tentu pemasangan nama nama beraksara Jawa ini tidak ada artinya kalau warga ꦧꦸꦠꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ buta aksara Jawa. Karenanya di Surabaya perlu ada gerakan pemberantasan buta Aksara Jawa agar selaras dengan kebijakan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang telah menginstruksikan penggunaan Aksara Jawa untuk penamaan kantor kantor pemerintah di lingkungan pemerintah Kota Surabaya.

ꦱꦺꦏꦿꦼꦠꦫꦶꦱ꧀ꦝꦌꦫꦃ Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, lkhsan, pernah mengatakan bahwa setelah pemasangan Aksara Jawa, perlu adanya upaya belajar membaca dan menulis Aksara Jawa.

Karena itulah, kemudian, di Surabaya hadir komunitas budaya yang khusus bergerak dalam bidang Aksara Jawa, yaitu ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni. Komunitas ini terlahir pada 22 Desember 2023 lalu, yang bertepatan pada Hari Ibu. Menurut founder Puri Aksara Rajapatni (PAR), Ita Surojoyo, pemilihan nama Rajapatni memang dikaitkan dengan sosok seorang ibu yang dengan kasih sayang berbagi ilmu kepada anak anaknya. Rajapatni adalah istri Raja Pertama kerajaan Majapahit, ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦮꦶꦗꦪ Raden Wijaya, yang menurunkan raja raja kerajaan Majapahit.

Ita berharap komunitas budaya Puri Aksara Rajapatni ini kelak bisa berbagi ilmu Aksara Jawa ke generasi muda mengenai baca dan tulis Aksara Jawa sebagai produk leluhur ꦤꦸꦱꦤ꧀ꦠꦫ Nusantara yang sekaligus sebagai produk yang menjadi identitas bangsa.

Jika merebaknya Aksara Jawa di Surabaya karena kebijakan ꦮꦭꦶꦏꦺꦴꦠꦯꦸꦫꦨꦪ Wali Kota Surabaya yang bersifat Top Down (dari atas ke bawah), maka untuk mengimbangi itu perlu ada aksi Bottom Up (dari bawah ke atas). Yaitu kegiatan belajar Aksara Jawa oleh warga sehingga mereka, minimal, bisa membaca Aksara Jawa yang dipasang di kantor kantor pemerintah di lingkungannya. (nanang PAR).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *