Lokakarya ꦮꦶꦏꦶꦱꦸꦩ꧀ꦧꦺꦂꦗꦮ Wikisumber Jawa di Yogyakarta dihadiri Puri Aksara Rājapatnī.

21 January 2024 | 220 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (21/1/24) – Komunitas Aksara Jawa Yogyakarta, Sega Jabung bersama ꦏꦺꦴꦩꦸꦤꦶꦠꦱ꧀ꦮꦶꦏꦶꦩꦺꦣꦶꦪꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ Komunitas Wikimedia Yogyakarta, yang didukung oleh Wikimedia Indonesia, menggelar lokakarya penggunaan laman Wikisumber Jawa di Yogyakarta pada Sabtu, 20 Januari 2024. Acara ini digelar di EC Cafe di jalan Pakuningratan dan dihadiri oleh peserta dari Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Peserta lokakarya Wikisumber Jawa dari tiga provinsi. Dari Jawa Timur diwakili Puri Aksara Rajapatni. Foto: PAR/omahaksara.id

Mayoritas peserta datang dari Yogyakarta dan satu satunya dari Jawa Timur adalah dari komunitas Aksara Jawa Surabaya, ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rājapatnī, yang diwakili oleh founder Rajapatni, Ita Surojoyo.

ꦮꦶꦏꦶꦱꦸꦩ꧀ꦧꦺꦂꦗꦮ Wikisumber Jawa adalah perpustakaan online gratis, yang berisi banyak konten independen. Wikisumber atau Wikisource tersedia dalam banyak bahasa, salah satunya adalah bahasa Jawa, yang di dalamnya juga memuat sumber sumber beraksara Jawa, yang sudah dilepas atau sudah habis hak ciptanya. Setiap surat di sini dikumpulkan oleh naralila. 

Wikisumber atau Wikisource ini merupakan salah satu proyek Wikimedia Foundation, sehingga berkaitan dengan proyek lain seperti Wikiquote, Wikidata, Wiktionary dan masih banyak lainnya.

Suasana lokakarya Wikisumber Jawa. Foto: PAR/omahaksara.id

Melalui kegiatan uji baca Wikisumber Jawa ini, para peserta lokakarya dari komunitas-komunitas budaya yang selama ini fokus pada ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa dapat menguji baca serat lama yang sudah dipindai dan menulis ulang isi serat atau karya sastra yang sudah disediakan di laman  Wikisumber Jawa.

Serat Jaya Lengkara Wulang (1803) adalah salah satu serat yang digunakan dalam uji baca dalam lokakarya itu.

Serat Jaya Lengkara Wulang (1803) menjadi model penulisan ulang dalam lokakarya. Foto: PAR/omahaksara.id

Menurut Arif dari komunitas ꦱꦼꦒꦗꦧꦸꦁ bahwa kegiatan ini adalah sebuah sosialisasi dan sekaligus pelatihan mengakses dan mengisi laman Wikisumber atau Wikisource Jawa. Karena terkait dengan Bahasa Jawa, yang di dalamnya ada Aksara Jawa, maka sasaran dari pelatihan dan pengenalan ini adalah mereka yang telah mengenal Bahasa, Sastra dan mampu membac adan mwnulis dengan Aksara Jawa.

Penyerahan cinderamata. Foto: PAR/omahaksara.id

“Sasaran pengenalan ini sebetulnya untuk publik baik bagi mereka yang membutuhkan data maupun mau menginput data”, terang Arif

Disadari bahwa Bahasa Jawa ini adalah bahasa yang digunakan oleh 80 juta penduduk di dunia. Tidak hanya oleh ꦧꦁꦱꦗꦮ bangsa Jawa di Indonesia, tetepi juga mereka yang bermukim dan hidup di Suriname, Belanda, Amerika, Australia, Malaysia, Singapore, Saudi Arabia, Hongkong, Jepang, Taiwan dan Kaledonia Baru.

Menurut data ꦮꦶꦏꦶꦥꦺꦣꦶꦪ wikipedia bahwa status konservasi bahasa Jawa dalam kondisi aman, Not Endangered (NE). Bahasa Jawa diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Secara umum, Bahasa Jawa adalah bahasa Austronesia, yang utamanya dituturkan oleh penduduk bersuku Jawa di wilayah bagian tengah dan timur pulau Jawa. Bahasa Jawa juga dituturkan oleh ꦣꦶꦪꦱ꧀ꦥꦺꦴꦫꦗꦮ diaspora Jawa di wilayah lain di Indonesia, seperti di Sumatra dan Kalimantan; serta di luar Indonesia seperti di Suriname, Belanda, dan Malaysia. 

Profil Puri Aksara Rajapatni melengkapi Wikisumber Jawa. Foto: PAR/omahaksara.id

Jumlah total penutur bahasa Jawa diperkirakan mencapai sekitar 80 juta pada tahun 2023. Sebagai bahasa Austronesia dari subkelompok Melayu-Polinesia, bahasa Jawa juga berkerabat dengan bahasa Melayu, Sunda, Bali dan banyak bahasa lainnya di Indonesia. Di Yogyakarta, Bahasa Jawa berstatus bahasa resmi di samping bahasa Indonesia.

ꦱꦺꦴꦱꦶꦪꦭꦶꦱꦱꦶ Sosialisasi dan pengenalan Wikisumber Jawa kepada peserta, yang berlatar pegiat, aktivis dan bahkan pengguna Aksara Jawa, tidak hanya sebagai pengguna Wikisumber Jawa, tetapi juga diharapkan sebagai kontributor atau naralila yang menulis ulang serat lama beraksara Jawa. Kegiatan uji baca dengan Latin dan aksara Jawa yang dilakukan di lokakarya tersebut  adalah salah satu usaha untuk menyelematkan karya sastra leluhur. Komunitas Aksara Jawa Rājapatnī sangat mengapresiasi Sega Jabung dan Wikimedia Yogyakarta atas kegiatan positif tersebut.  (nanang PAR).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *