Alam, Ruang dan ꦥꦼꦭꦸꦮꦁ Peluang.

21 January 2024 | 272 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (21/1/24) – Alam memberi ruang dan peluang. Suatu tempat dimana manusia berkarya. Jika mereka bisa memanfaatkannya. Maka aktivitas manusia itu bisa berujung ꦥꦿꦺꦴꦣꦸꦏ꧀ produk yang berkualitas. 

Tangan kreatif hasilkan karya berkualitas. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Rumah adalah ruang, yang bisa saja menjadi produk industri yang umum dikatakan sebagai home industri. Alam, lagi lagi, menyediakan sumber hayati. Indonesia adalah tempat yang memiliki sumber hayati yang luar biasa banyaknya. Terkadang ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦼꦂꦲꦪꦠꦶ sumber hayati ini hilang sia sia karena tidak dimanfaatkan.

Di tangan orang orang kreatif dan ulet, alam yang melimpah bisa dipilih dan dipilah sebagai modal untuk berkarya. Di tangan seorang pensiunan PNS, Didik, warga Wisma Kedung Asem Surabaya, produk ꦮ꦳ꦺꦒꦼꦠꦱꦶꦄꦭꦩ꧀ vegetasi alam ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan kain ecoprint.

Dari atas meja ini miliaran rupiah didapat. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Sebelum memasuki rumahnya, lingkungan Wisma Kedung Asem, Kelurahan Kedung Baruk, Rungkut, Surabaya, tampak begitu asri. Penuh dengan ꦮ꦳ꦺꦒꦼꦠꦱꦶꦥꦿꦺꦴꦣꦸꦏ꧀ꦠꦶꦥ꦳꧀ vegetasi produktif, baik pohon lindung maupun pohon buah buahan. Apalagi lingkungan alam ini dipadu dengan atraksi budaya Jawa baik berupa konstruksi bangunan maupun agraksi seni budaya. Alam dan budaya mestinya bisa serasi menyatu menjadi satu komposisi yang saling mendukung. Yang menciptakan, ya manusianya sendiri. 

Penataan ꦏꦺꦴꦩ꧀ꦥꦺꦴꦱꦶꦱꦶ komposisi alam dan budaya ini ada di lingkungan RW 5 Kedung Asem, Kelurahan Kedung Baruk, Surabaya. Dari lingkungan RW, yang menjadi etalase dan wajah lingkungan setempat, selanjutnya secara lebih detail keserasian itu tampak di kediaman Didik yang menjadi home industri produk kain ecoprint. Produk kain ecoprint ini tidak kalah dari produk pabrikan.

Dari ruangan yang sebegitu luas didapatkan hasil yang begitu besar. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Kain ecoprint Didik, yang berlabel ꦤꦩꦶꦫ Namira ini, sudah menembus pasar internasional. Namira Ecoprint berdiri tahun 2019, yang pada saat itu Pemerintah Kota Surabaya mengadakan Lomba Smart City, yang mengharuskan setiap RW mempunyai produk unggulan berbasis lingkungan dengan memberdayakan masyarakat di lingkungan RW. 

Produk lokal tembus pasar global. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Produk ecoprint, yang dihasilkan dari ꦤꦩꦶꦫ Namira, adalah kain ecoprint, kerudung ecoprint, baju jadi perempuan dan laki-laki, tas berbahan dasar kain dan kulit, jaket kulit domba ecoprint dan sandal ecoprint dengan bahan sutra, katun, katun jaguar, kanvas dan kulit domba. 

Produk ecoprint ini diciptakan dari bahan bahan alam yang berupa daun, bunga dan kulit pohon. Diproduksi tanpa menggunakan bahan kimia. Karena bersifat ꦄꦭꦩꦶꦪꦃ alamiah, maka produk produknya bersifat terbatas (limited edition). Satu produk tidak sama dengan produk lainnya meski dikerjakan oleh tangan yang sama. Dedaunan alami setelah digunakan dalam proses eco printing dapat didaur ulang.

Aneka dedaunan sebagai bahan dasar ecoprint. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Karena hasil yang berkualitas inilah, produk Namira Ecoprint banyak disuka. Salah satunya adalah ꦒꦸꦧꦼꦂꦤꦸꦂꦗꦮꦠꦶꦩꦸꦂ Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Khofifah memberi perhatian besar terhadap produk produk Namira Ecoprint. Ini dibuktikan dengan memboyong pelaku usaha Jatim, yang salah satunya adalah Namira Ecoprint, untuk mengikuti Misi Dagang dan Investasi bersama para pelaku usaha dari ꦥꦿꦺꦴꦮ꦳ꦶꦤ꧀ꦱꦶꦏꦭꦶꦩꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦱꦼꦭꦠꦤ꧀ Provinsi Kalimantan Selatan pada bulan April 2022.

Kain ecoprint hampir jadi. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Ruang dimana proses produksi kain ecoprint Namira tidaklah besar, tapi mampu memberi   ꦥꦼꦭꦸꦮꦁ  peluang yang besar. Selain mampu membuka dan memberi peluang tenaga kerja, omset dari rumah ini sudah bisa mencapai milyaran rupiah dalam setahun. Demikian kata Didik. (nanang PAR).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *