Satu satunya produk minuman ꦧꦼꦫꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ beraksara Jawa di Surabaya

25 January 2024 | 69 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (25/1/24) – Aneka produk minuman hasil olahan UMKM bertebaran dimana mana di Surabaya. Di stand ꦏꦿꦶꦪꦒꦊꦫꦶ Kriya Gallery Siola Surabaya, produk produk hasil UMKM  itu menghiasi etalase kulkas. Ada sinom, sari dele dan aneka jenis rasa lainnya.

Aksara Jawa di salah satu ruangan di kantor Balai Kota Surabaya. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Seiring dengan bertebarnya penulisan Aksara Jawa pada kantor kantor instansi pemerintah ꦏꦺꦴꦠꦯꦸꦫꦨꦪ kota Surabaya, tidak salah bila aksara Jawa itu dituliskan pada produk minuman dan makanan kemasan sebagai desain brandnya.

Brand produk beraksara Jawa mulai hadir di Surabaya. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Di Surabaya belum ada produk makanan dan minuman kemasan yang brandnya menggunakan ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa. Ini saatnya ada produk UMKM di Surabaya yang menggunakan desain produknya dengan menggunakan Aksara Jawa.

Bukan tidak beralasan jika ada yang menggunakan ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa dalam desain produknya. Selain sebagai pelestarian Aksara Jawa seperti yang dilakukan oleh pemerintah kota Surabaya, desain kemasan dengan menggunakan Aksara Jawa ini berpotensi mengangkat nilai jual.

Pengelola kedai rumahan yang beralamat di Jalan Cipunegara 44 Surabaya melirik peluang ini. Kedai itu bernama ꦎꦩꦃꦏꦼꦤꦔꦤ꧀ Omah Kenangan, menempati rumah tempo dulu. Pemiliknya adalah keponakan Haryatie, salah satu istri Presiden Pertama Indonesia, Soekarno. Haryatie asli Surabaya dan kakak kandung dari ibunya (orang tua) pemilik Kedai Omah Kenangan, Enny Wardhani.

Ruangan yang penuh kenangan, memorabilia. Foto: eny/omahaksara.id

Kedainya berada di lantai dua. Di dalamnya, ruang interior,  ꦱꦔꦠ꧀ꦏ꧀ꦭꦱꦶꦏ꧀  sangat klasik. Penuh dengan koleksi antik dan foto foto keluarga Soekarno bersama Haryatie. Termasuk foto resmi kepresidenan Soekarno dan Haryatie tahun 1964.

Di salah satu ruangan, yang dulunya adalah salah satu kamar tidur, kini menjadi ruang makan dengan bermacam macam ꦩꦱꦏꦤ꧀ꦗꦮ masakan Jawa. Di dalam kulkasnya ternyata ada produk olahan minuman buah yang berlabel dengan Aksara Jawa. Brand  produknya bertuliskan “Omah Kenangan, jalan Cipunegara 44, Surabaya” dalam Aksara Jawa.

Omah Kenangan menyajikan kenangan masa lalu Nusantara. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Menurut Enny Wardhani upaya ini adalah caranya dalam turut melestarikan kebudayaan asli Indonesia, Aksara Jawa.

“Sekarang saatnya kita berani berekspresi cinta budaya dalam negeri, seperti Aksara Jawa ini. Pemkot Surabaya juga sudah memasang Aksara Jawa di gedung gedungnya”, jelas Enny ketika ditemui di rumahnya yang sekaligus kedainya.

Enny memproduksi sendiri aneka ꦩꦶꦤꦸꦩꦤ꧀ꦧꦸꦮꦃ minuman buah. Ada rasa kedondong, sinom, sirsak, jambu merah dan alpukat. Harganya sangat terjangkau, yang mestinya bisa lebih mahal dari harga yang selama ini dijual. Minuman kemasan ini bisa dipakai untuk penutup makan di Omah Kenangan ini.

Ada dua jenis kemasan beraksara Jawa. Minuman buah dan kering tempe.

Nama ꦎꦩꦃꦏꦼꦤꦔꦤ꧀ Omah Kenangan digunakan karena rumah ini menjadi kenangan Bung Karno ketika dia dan istrinya, Haryatie, ke Surabaya dalam agenda kunjungan tidak resminya ke Surabaya.

Foto resmi kepresidenan. Foto: eny/omahaksara.id

“Waktu itu pak Karno ada rumah di jalan Comal Surabaya. Kalau pak Karno ke Surabaya, tante selalu mampir ke rumah ini. Karenanya rumah ini menyimpan banyak kenangan. Ada ꦱꦸꦫꦠ꧀ꦱꦸꦫꦠ꧀ꦧꦸꦁꦏꦂꦤꦺꦴ surat surat Bung Karno kepada Haryatie yang masih saya simpan dan itu menjadi pajangan di rumah ini”, jelas Enny tentang tempat tinggalnya.

Atas nilai historis dari rumah yang menyimpan banyak kenangan inilah, maka kedainya dinamakan ꦎꦩꦃꦏꦼꦤꦔꦤ꧀‌ Omah Kenangan, yang selanjutnya menjadi produk minuman yang diproduksinya.

Produk desain minuman buah ini sangat sederhana, mengetengahkan nama ꦏꦼꦣꦻ kedai dan alamat yang bertuliskan Omah Kenangan Jalan Cipunegara 44, Surabaya. Lalu dibawahnya terdapat tulisan Latin.

“Ini cara saya ikut melestarikan Aksara Jawa”, pungkas Enny. (nanang PAR).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *