Permainan Menyusun Kata Scrabble (Latin) dan ꦠꦼꦠꦸꦏ Tetuko (Aksara Jawa).

26 January 2024 | 115 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (26/1/24) – Kita sudah mengenal permainan Scrabble.

Permainan susun Aksara Jawa TETUKO. Foto: wij/omahaksara.id

Permainan ꦏꦠ kata yang terdiri dari huruf latin yang disusun membentuk kata pada papan permainan. Scrabble ini terdiri dari bijian aksara latin. 

Susun aksara Jawa. Foto: wij/omahaksara.id

Ada permainan sejenis yang baru namun dalam bijian aksara Jawa yang diciptakan oleh Wiji, seorang ꦒꦸꦫꦸꦏꦿꦺꦪꦠꦶꦥ꦳꧀ guru kreatif  bahasa dan aksara Jawa dari Surabaya. Seperti apa permainannya?

Berikut adalah penjelasan singkatnya : Mengajarkan ꦧꦲꦱꦗꦮ bahasa Jawa sejak dini adalah hal yang penting, karena pembelajaran bahasa Jawa digunakan untuk memelihara nilai-nilai budaya, membimbing siswa untuk berkembang di lingkungan, serta membangun dan memperkuat karakter bangsa.

Selain itu, pembelajaran bahasa Jawa memiliki tujuan untuk membantu menambah kemampuan siswa dalam berbahasa, sikap mau menghargai budaya yang ada di daerahnya sendiri. ꦥꦼꦩ꧀ꦧꦼꦭꦗꦫꦤ꧀ꦧꦲꦱꦗꦮ Pembelajaran bahasa Jawa berisi cakupan materi yaitu unggah ungguh bahasa, aksara bahasa Jawa, wayang, tokoh pahlawan Jawa, tembang Jawa serta kesenian Jawa.

Belajar Aksara mudah medel Tetuko. Foto: wij/omahaksara.id

Untuk memenuhi tujuan di atas, maka pembelajaran Bahasa Jawa sebaiknya dilakukan dengan  berkesinambungan  menggunakan media interaktif yang menarik dan berbeda dari media yang biasanya. Oleh karena itu, dibuatlah TETUKO. Tetuko adalah nama kecil seorang tokoh pewayanganꦒ ꦠꦸꦠ꧀ꦏꦕ Gatotkaca, namun Tetuko yang dimaksud disini adalah akronim dari Tentokake Tulisen Kanthi Owah ( Tentukan Tulisannya Dengan Mengubah )

Media pembelajaran ꦠꦼꦠꦸꦏꦺꦴ TETUKO ini mengadopsi bentuk dan cara permainan Scrabble, dengan sedikit memodifikasi tampilan dan cara bermainnya. Scrabble adalah sebuah permainan olah huruf menggunakan media papan atau kertas karton yang dicetak kotak-kotak seperti papan permainan ular tangga. Para pemain diharuskan meletakkan beberapa balok huruf pada kotak-kotak dengan posisi tertentu di papan tersebut yang akan membentuk suatu kata. 

Preservasi Aksara Jawa dengan cara menyenangkan. Foto: wij/omahaksara.id

Perbedaan ꦠꦼꦠꦸꦏꦺꦴ Tetuko dengan Scrabble terletak pada struktur penulisan yang digunakan. Jika dalam permainan Scrabble yang digunakan adalah struktur penulisan latin, sementara pada permainan Tetuko  struktur penulisan yang digunakan adalah Aksara Jawa. 

Aksara Jawa (ꦕꦫꦏꦤ꧀ Carakan) terdiri atas 20 huruf, mulai dari ‘ha’ dan berakhir dengan ‘nga’. Aksara Jawa ditulis dari kiri ke kanan dan tanpa mengenal spasi. Selain itu, aksara Jawa bersifat silabik, artinya huruf konsonan dan vokal menyatu sehingga membentuk suku kata. Misalnya ha, na, ca, ra, ka; bukan h, n, c, r, k. Hal ini membuat sistem aksara Jawa berbeda dengan huruf latin bersistem alfabetik yang diwakili satu huruf, seperti a, b, c, d, e, dan seterusnya.

Dalam penulisan Aksara jawa juga dikenal adanya ꦥꦱꦔꦤ꧀ Pasangan dan Sandhangan, Pasangan Aksara Jawa, ditulis di tengah kata atau kalimat yang berfungsi untuk mematikan aksara yang diiringinya supaya menjadi konsonan. Sedangkan Sandhangan adalah tanda diakritik yang berfungsi untuk mengubah bunyi pada huruf aksara Jawa. Terdapat empat macam sandhangan, yaitu sandhangan swara, sandangan sigeg, sandangan anuswara, dan pangkon. 

ꦱꦤ꧀ꦝꦔꦤ꧀ꦱ꧀ꦮꦫSandhangan swara dipakai untuk mengubah bunyi vokal aksara Jawa yang semula menghasilkan suku kata terbuka [a] memerlukan sandangan agar menjadi bunyi vokal [i], [é], [e], [u], dan [o].

Selanjutnya ꦱꦤ꧀ꦝꦔꦤ꧀ꦱꦶꦒꦺꦒ꧀ sandangan sigeg yang berfungsi untuk mengubah bunyi aksara agar mendapat bunyi konsonan. Sandangan ini terdiri atas wignyan [h], layar [r], dan cecak [ng].

Berikutnya adalah ꦱꦤ꧀ꦝꦔꦤ꧀ꦄꦤꦸꦱ꧀ꦮꦫ sandangan anuswara yang digunakan untuk mengubah bunyi aksara agar muncul peluluhan bunyi konsonan [y], [r], dan [w].

Sementara ꦱꦤ꧀ꦝꦔꦤ꧀ꦥꦁꦏꦸ sandhangan pangku atau pangkon digunakan khusus untuk mematikan kata atau mengakhiri kalimat. Berbeda dengan pasangan yang ditulis di tengah kata atau kalimat, sandangan pangkon ini hanya digunakan di akhir kalimat.

Selain itu, sandangan pangkon digunakan untuk menghindari penulisan bertumpuk dua tingkat di akhir kalimat. (wij/nanang PAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *