Aksara Jawa Dalam ꦭꦒꦏꦼꦗꦸꦂꦤꦱ꧀ Laga Kejurnas Street Soccer Indonesia. 

1 March 2024 | 29 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (1/3/24) – Kejurnas Street Soccer terhitung sebagai ꦎꦭꦲꦿꦒ olahraga baru di Indonesia, tapi sudah tidak asing bagi berbagai kalangan pecinta olahraga sepak bola. Perkumpulan sebagai wadah kegiatannya juga sudah terbentuk. Namanya Persocci yang menjadi kependekan dari Perkumpulan Street Soccer Indonesia. 

Novita memberikan arahan kepada pemainnya. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Seperti halnya namanya “Street Soccer” (sepak bola jalanan), sepak bola ini bisa dimainkan di jalan, lapangan outdoor hingga indoor. Bahkan Pengurus Daerah (Pengda) sudah ada di beberapa provinsi di Indonesia. Salah satunya di ꦗꦮꦠꦶꦩꦸꦂ Jawa Timur. 

Olahraga ini semakin menarik minat masyarakat karena bisa dimainkan secara masal dan bisa dimainkan dimana saja, maka Street soccer bisa lebih cepat mendarat di hati ꦩꦱꦾꦫꦏꦠ꧀ masyarakat

Olahraga ini secara formal tidak butuh lapangan luas seperti sepak bola pada umumnya. Tetapi cukup dengan lapangan seluas 22 m X 16 m, ꦎꦭꦲꦿꦒ  olahraga ini bisa dimainkan. Apalagi cukup dengan 4 pemain per tim. Dua tim hanya 8 pemain. 

Pada 1 – 3 Maret 2024, digelar Kejuaraan Nasional Persocci di Surabaya, yang diikuti oleh lebih dari 30 tim dari ꦆꦤ꧀ꦝꦺꦴꦤꦺꦱꦶꦪ Indonesia dengan kelompok putera dan puteri. Pemandangan menarik dari semua tim baik putera dan Puteri adalah dimana tim Puteri Surabaya mengenakan jersey berwarna hijau dan beraksara Jawa. 

Menurut Novita, Markom Persocci Pengda Jatim, yang sekaligus CEO Tim Surabaya City, penggunaan Aksara Jawa pada jersey tim Surabaya City ini adalah bahwa ia ingin mengangkat ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa dalam ranah dunia olahraga. 

“Olahraga itu butuh sportivitas dan kejujuran serta norma norma yang baik dan itu ada pada nilai nilai budaya. Apalagi dalam permainan ini dilarang berucap kata kata kotor dan kasar atau bisa dikenai ꦏꦂꦠꦸꦧꦶꦫꦸ kartu Biru dan dikeluarkan dari kalangan. Kami menjunjung etika”, jelas Novita. 

Pelanggaran tidak hanya berupa tindakan tindakan yang menyalahi ꦄꦠꦸꦫꦤ꧀ aturan permainan. Namun jika ada perbuatan kultural yang tidak bagus selama di dalam lapangan, maka pemain bisa dikeluarkan dari lapangan permainan. 

Untuk itulah Novita menyertakan Aksara Jawa yang berbunyi ꦯꦸꦫꦨꦪꦮꦤꦶ Surabaya Wani pada jersey hijau Surabaya City. Ia berharap nilai nilai budaya adiluhung bisa dijunjung dalam olahraga. Novi, panggilan akrab Novita, menambahkan Aksara Jawa menjadi simbol nilai nilai budaya yang adiluhung. 

Tulisan Aksara Jawa memang menjadi perhatian tersendiri selama Tim Surabaya City berlaga. Diakui, Aksara Jawa memang masih terasa asing tapi dengan cepat Aksara ini bisa dimengerti karena dibawahnya tertulis latin ꦯꦸꦫꦨꦪꦮꦤꦶ “Surabaya Wani”.

Jersey Surabaya Street Soccer ini bisa jadi pertama di Indonesia. Novi mengatakan bahwa melalui dunia olahraga, ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa bisa diperkenalkan. (nanang PAR). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *