Sinau Aksara Jawa di ꦩꦸꦱꦺꦪꦸꦩ꧀ꦥꦼꦤ꧀ꦝꦶꦣꦶꦏꦤ꧀ Museum Pendidikan Surabaya.

14 January 2024 | 225 kali
Opini By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (14/1/24) – Upaya membumikan Aksara Jawa di Surabaya terus bergelora. Komunitas budaya yang fokus pada Aksara Jawa, ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni (PAR), menyambutnya dengan aktivitas sinau bareng menulis dan membaca Aksara Jawa. Sabtu sore, 13 Januari 2024, PAR mengadakan pertemuannya yang pertama di gedung eks Villa Rivierzight di ꦩꦸꦱꦺꦪꦸꦩ꧀ꦥꦼꦤ꧀ꦝꦶꦣꦶꦏꦤ꧀ Museum Pendidikan Surabaya di jalan Genteng Kali Surabaya.

Oval chair membuka pertemuan Sinau Aksara Jawa di Rivierzight, Museum Pendidikan Surabaya. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Pertemuan ini masih bersifat terbatas dan hanya dihadiri oleh pengurus utama dan ꦥꦼꦔꦗꦂ pengajar Aksara Jawa serta bakal mitra kerjasama dalam kegiatan ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni karena bersifat koordinasi. Diantaranya adalah Founder Ita Surojoyo, Penasehat A. Hermas Thony, Ketua Nanang Purwono, Sekretaris  Novita dan relawan pengajar Wiji serta bendahara Asyikul.

Sementara mitra PAR dalam berkegiatan ꦱꦶꦤꦻꦴꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Sinau Aksara Jawa ini adalah Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya serta UPTD Pengelolaan Museum dan ꦒꦼꦣꦸꦁꦱꦼꦤꦶꦧꦸꦣꦪ Gedung Seni Budaya.

Kehadiran komunitas budaya, yang membidangi Aksara Jawa ini, menarik perhatian pegiat dan pemerhati Aksara Jawa dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Diantaranya dari Komunitas Aksara Jawa ꦱꦼꦒꦗꦧꦸꦁ Sega Jabung, Yogyakarta.

Setya Amrih Prasaja (DIY) memberikan apresiasi kepada Rajapatni atas upaya memberi pelatihan Aksara Jawa di Surabaya. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Dalam pertemuan itu, rombongan dari DIY dan Jateng, yang dipimpin oleh Setya Amrih Prasaja dari komunitas ꦱꦼꦒꦗꦧꦸꦁ Sega Jabung, menyambut baik hadirnya komunitas ꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Rajapatni dalam berkegiatan sinau menulis dan membaca Aksara Jawa di Surabaya. 

Ita Surojoyo (kebaya merah) membersamai tim dari DIY dan Jateng. Foto: rajapatni/omahaksara.id

Menurutnya kegiatan edukatif kultural ini menjadi bagian dalam upaya bersama mempopulerkan penggunaan ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa dalam kegiatan dan kehidupan sehari hari. Kegiatan ini sekaligus merekatkan jarak antara Aksara Jawa (tradisi) dengan generasi sekarang (modernisasi).

Hal ini selaras dengan harapan ꦣꦶꦫꦺꦏ꧀ꦠꦸꦂꦗꦼꦤ꧀ꦝꦼꦫꦭ꧀ Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan RI, Hilmar Farid, MA, Ph.D. dalam sambutan tertulisnya pada pendirian Puri Aksara Rajapatni, hari Jumat 22 Desember 2023.

“Mengembalikan kemampuan membaca Aksara Lokal, dalam hal ini Aksara Jawa, adalah langkah mengintegrasikan kembali kompedium pengetahuan lokal tersebut dengan masyarakat masa kini”, tulis ꦲꦶꦭ꧀ꦩꦂꦥ꦳ꦫꦶꦣ꧀ Hilmar Farid untuk pendirian Rajapatni.

A. Hermas Thony (penasehat Rajapatni) memberikan pandangan kepada Tim Rajapatni. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Tokoh penggerak budaya, A. Hermas Thony, selaku penasehat dalam komunitas ini berharap ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni bisa bermitra dengan pemerintah kota untuk terus menggelorakan semangat membumikan Aksara Jawa di Surabaya. Karenanya perlu ada sinergi antara Rajapatni dengan dinas dinas terkait yang mengampu budaya Aksara Jawa.

“Misalnya kerjasama dengan Dispusip untuk pelatihan tenaga tenaga di Taman Baca di tingkat Kelurahan agar setidaknya mereka bisa membaca Aksara Jawa yang terpasang di kantor kantor kelurahan”, kata Thony yang ikut mendorong walikota Eri Cahyadi dalam penggunaan Aksara Jawa di  ꦯꦸꦫꦨꦪ Surabaya.

Apa yang diungkapkan Thony ini adalah fakta lapangan karena ada petugas kelurahan yang tidak mengerti tulisan Aksara Jawa di kantor mereka. Kenyataan ini diperoleh ketika Tim ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni road show ke kantor kantor pemerintah kota Surabaya untuk melihat pemasangan Aksara Jawa. Di sanalah ketika Rajapatni bertanya kepada petugas kantor kelurahan, ternyata Aksara Jawa ini masih terlalu asing.

“Ya, ternyata Aksara Jawa ini masih asing dan lebih asing daripada Aksara Asing”, kata tim Rajapatni yang terjun langsung ke lapangan.

Tim Rajapatni, Mitra dan Delegasi DIY dan Jateng. Foto: dok PAR/omahaksara.id

Pertemuan perdana Rajapatni pada Sabtu (13/1/24), yang bertempat di gedung bersejarah di jalan Genteng Kali 10 Surabaya, adalah momen ꦱꦏꦿꦭ꧀ sakral karenanya kegiatan sinau Aksara Jawa ini harus sungguh sungguh. Kesungguh sungguhan ini tidak hanya datang dari pihak Rajapatni, tetapi dari berbagai stakeholder yang terlibat.

“Memberikan pelajaran (sinau) Aksara Jawa ini bukan milik komunitas Rajapatni, tapi milik bersama kota Surabaya karena Rajapatni ini hadir sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah Kota Surabaya”, pesan A. Hermas Thony kepada stakeholders yang datang dalam pertemuan itu.

Akan menjadi kebanggaan bagi warga kota Surabaya bila nantinya mereka bisa belajar Aksara Jawa di tempat bersejarah di ꦒꦼꦤ꧀ꦠꦺꦁꦏꦭꦶ Genteng Kali 10 Surabaya. 

“Saya sangat salut kepada semangat tim Rajapatni yang mau meluangkan waktu, tenaga dan ilmunya untuk warga kota Surabaya”, tambah Thony.

Apresiasi serupa juga ꦣꦶꦠꦸꦭꦶꦱ꧀ꦏꦤ꧀ dituliskan oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid.

Sebuah langkah yang tidak saja patut dipuji, tapi juga patut diikuti oleh masyarakat di tempat lain, yang masih mengenal aksara lokalnya masing-masing. Hormat saya kepada para pemrakarsa lahirnya Rajapatni, semoga seluruh kegiatan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Salam budaya.” tulis ꦲꦶꦭ꧀ꦩꦂꦥ꦳ꦫꦶꦣ꧀ Hilmar Farid.

Pegiat dan penulis Aksara Jawa, yang sekaligus founder Rajapatni, Ita Surojoyo, mengatakan bahwa materi ajar ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa akan disesuaikan dengan peserta dan setiap rombongan belajar terdiri dari lima kali tatap muka.

“Di salah satu pertemuannya, ada sesi pengenalan Aksara Jawa pada perangkat digital, HP, sehingga nantinya bisa ber-WA-an menggunakan Aksara Jawa”, jelas Ita Surojoyo.

Pertemuan di gedung bersejarah, yang kini ditempati ꦩꦸꦱꦺꦪꦸꦩ꧀ꦥꦼꦤ꧀ꦝꦶꦣꦶꦏꦤ꧀ Museum Pendidikan Surabaya, berlangsung sangat efektif mulai pk 16.00 hingga 18.00. Pertemuan ini dihadiri oleh 20 hadirin. (nanang PAR).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *