Opini: (*)  Surabaya Melestarikan Aksara Jawa Melalui Pemanfaatan Digitalisasi Aksara Jawa. 

22 April 2024 | 22 kali
Opini By : Nanang Purwono

 

John Pierce belajar Aksara Jawa menggunakan perangkat laptop. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Omahaksara.id: Surabaya (22/4/24) – ꧋ꦣꦭꦩ꧀ꦈꦥꦪꦩꦼꦊꦱ꧀ꦠꦫꦶꦏꦤ꧀ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮꦣꦶꦌꦫꦩꦺꦴꦣꦺꦂꦤ꧀‌ꦲꦫꦸꦱ꧀ꦄꦣꦕꦫꦕꦫꦩꦺꦴꦣꦺꦂꦤ꧀ꦪꦁꦣꦶꦒꦸꦤꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦲꦫꦸꦱ꧀ꦩꦼꦤꦶꦁꦒꦭ꧀ꦏꦤ꧀ꦕꦫꦕꦫꦭꦩ꧉ꦕꦫꦩꦺꦴꦣꦺꦂꦤ꧀ꦆꦤꦶꦩꦼꦤꦩ꧀ꦧꦃꦕꦫꦠꦿꦣꦶꦱꦶꦪꦺꦴꦤꦭ꧀‌ꦪꦁꦱꦸꦣꦃꦱꦼꦗꦏ꧀ꦭꦩꦣꦶꦒꦸꦤꦏꦤ꧀꧈

Dalam upaya melestarikan Aksara Jawa di era modern, harus ada cara cara modern yang digunakan tanpa harus meninggalkan cara cara lama. Cara modern ini menambah cara tradisional, yang sudah sejak lama digunakan.

Cara modern ini adalah ꦣꦶꦒꦶꦠꦭꦶꦱꦱꦶ digitalisasi melalui perangkat lunak (program aplikasi) dan perangkat keras berupa ponsel, tablet, laptop atau komputer. Perangkat keras ini adalah perangkat yang sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat modern. Program nya pun dikondisikan dengan yang menjadi kebutuhan sehari hari sehingga digitalisasi Aksara Jawa bisa masuk ke dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas sehari hari masyarakat modern.

Sekarang, fasilitas digitalisasi itu sudah tersedia dan sudah dalam bentuk program program yang dapat diakses oleh pengguna Aksara Jawa. Mulai dari penerjemahan digital dari Aksara Latin ke Aksara Jawa atau sebaliknya dari Aksara Jawa ke ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦭꦠꦶꦤ꧀ Aksara Latin.

Pun demikian perangkat ꦏꦺꦴꦩꦸꦤꦶꦏꦱꦶ komunikasi Whatsapp (WA) dapat digunakan menulis (text) Aksara Jawa. Tidak hanya texting, pada perangkat tablet, juga sudah bisa menulis (writing) manual Aksara Jawa. Jadi perangkat digital tidak cuma texting, tetapi juga menulis manual secara digital.

Apapun cara cara digital ini digunakan, baik texting maupun writing, keduanya secara ꦎꦠꦺꦴꦩꦠꦶꦱ꧀ otomatis dapat terdokumentasikan. Karenanya, Aksara Jawa yang dikenal tradisional, harus menyesuaikan diri dalam standar standar platform internasional sehingga dapat pula tersimpan dengan baik secara digital.

Sekarang kemudahan menggunakan Aksara Jawa secara digital itu sudah di depan mata dan di tangan melalui berbagai perangkat keras yang ada. Selanjutnya ꦱꦶꦪꦥ siapa yang akan memanfaatkan dan menggunakannya. Jawabannya tentu mereka yang selama ini sudah bergelut dengan Aksara Jawa.

Harapannya dengan kemudahan ꦠꦺꦏ꧀ꦤꦺꦴꦭꦺꦴꦒꦶ teknologi ini, penggunaan Aksara Jawa harus meluas dan menjangkau orang orang baru yang belum pernah bergelut dengan Aksara Jawa, orang orang awam yang belum mengerti Aksara Jawa.

Dengan bertambahnya jumlah pengguna Aksara Jawa, khususnya melalui ꦣꦶꦒꦶꦠꦭꦶꦱꦱꦶ digitalisasi Aksara Jawa, maka tracking pertambahan pengguna Aksara Jawa ini bisa merubah status aksara Jawa dari Limited Use (level 7 Unicode) menjadi recommended Use (level 5 Unicode). Unicode adalah suatu standar teknis, yang dirancang untuk mengizinkan teks dan simbol dari semua sistem tulisan di dunia untuk ditampilkan dan dimanipulasi secara konsisten oleh komputer

Dengan semakin bertambahnya pengguna Aksara Jawa secara digital yang dapat dilacak sebagai record data pengguna, maka ꦏꦼꦧꦼꦫꦣꦄꦤ꧀ keberadaan Aksara Jawa dapat dikenal oleh lembaga keaksaraan dunia. Kelembagaan ini selanjutnya dapat menyatakan bahwa Aksara Jawa memang ada dan digunakan.

 

Pelestarian Aksara Jawa Melalui Digitalisasi di Surabaya. 

Bagi kalangan tertentu, ꦥꦼꦒꦶꦪꦠ꧀ pegiat Aksara Jawa dan guru guru Bahasa Jawa yang mengajarkan Aksara Jawa, digitalisasi Aksara Jawa mungkin sudah tidak asing. Tapi bagi kebanyakan orang, masyarakat Surabaya, digitalisasi Aksara Jawa masih terlalu asing: asing terhadap Aksara Jawa dan asing terhadap teknologi digitalisasinya.

Ketika digitalisasi Aksara Jawa ini masih ꦄꦱꦶꦁ asing bagi masyarakat Surabaya, maka upaya digitalisasi ini belum berarti dan belum memberikan dampak bagi pertambahan jumlah pengguna Aksara Jawa. Karena digitalisasi ini lebih memudahkan mereka yang selama ini sudah bergulat dengan Aksara Jawa.

Lantas bagaimana caranya agar digitalisasi Aksara Jawa dapat dinikmati oleh khalayak luas?

Melalui kebijakan ꦮꦭꦶꦏꦺꦴꦠꦯꦸꦫꦨꦪ Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang menginstruksikan penggunaan Aksara Jawa di lingkungan kantor kantor pemerintahan Kota Surabaya, maka dari yang bersifat manual akan bisa menuntun ke ranah digital.

Sebuah komunitas budaya di Surabaya yang bergerak di bidang Aksara Jawa,ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni, membuka kelas edukatif, Sinau Aksara Jawa. Kelas ini selain mengajarkan materi materi yang bersifat manual, juga memberikan materi digitalisasi Aksara Jawa. Para peserta Sinau pada akhirnya dapat berkomunikasi melalui Whatsapp (WA) dengan menggunakan Aksara Jawa.

Berkomunikasi melalui WA sudah bagian dari kebiasaan masyarakat modern dan dengan semakin mengertinya masyarakat mengenai Aksara Jawa dan penggunaan perangkat digital yang menggunakan Aksara Jawa, maka lambat laun masyarakat modern ini akan kembali akrab dengan Aksara Jawa dalam era kekinian.

Karenanya, ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni, terus mengembangkan cara cara dan pendekatan pendekatan baru untuk merekatkan Aksara Jawa dengan masyarakat modern. Kerjasama dengan berbagai pihak dilakukan guna mendukung kebijakan walikota terkait penggunaan Aksara Jawa di Surabaya. (*nanang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *