Yayasan Muslim Surabaya ꦭꦚ꧀ꦗꦸꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦏꦼꦂꦗꦱꦩ Lanjutkan Kerjasama Dengan Puri Aksara Rajapatni.

25 December 2023 | 34 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (25/12/23) – Diskusi mengenai ꦧꦠꦶꦏ꧀ batik dan ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ aksara Jawa masih mewarnai hari terakhir “Pelatihan Membatik dan Praktek Ibadah Amaliah” di Yayasan Muslim Surabaya. Di hari terakhir ini, Senin 25 Desember 2023, agendanya adalah pewarnaan atau pencelupan.

Dua santriwati sedang malakukan pewarnaan. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Dalam khazanah kebudayaan Indonesia, Ba-tik adalah salah satu bentuk ꦱꦼꦤꦶꦏꦸꦤ seni kuno yang bermutu tinggi. Kata Batik berasal dari Bahasa Jawa yaitu “amba”, yang artinya tulis dan “nitik”, yang berarti titik. Maksud adalah penggabungan kedua kata tersebut adalah menulis dengan titik menggunakan cairan ꦭꦶꦭꦶꦤ꧀ lilin.

Sementara Aksara Jawa atau ꦕꦫꦏꦤ꧀ Carakan adalah aksara yang digunakan untuk menuliskan atau menyimbolkan bahasa Jawa. Aksara Jawa juga dikenal dengan sebutan lain, yakni ꦲꦤꦕꦫꦏ Hanacaraka yang merujuk pada deretan aksara itu sendiri. Jumlahnya ada 20.

Aksara Jawa terdokumentasikan pada kain batik. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Bagi Yayasan Muslim Surabaya, Aksara Jawa, yang dianggap langka ini, kembali didokumentasikan melalui seni membatik, yang dalam prosesnya adalah sebuah pembelajaran bagi anak anak ꦥꦤ꧀ꦠꦶꦄꦱꦸꦲꦤ꧀ Panti Asuhan yang tinggal di Yayasan Muslim Surabaya.

Motif bunga. Foto: nanang PAR/omahaksara.id

Memasuki pelatihan hari terakhir pada Senin, 25 Desember 2023, mereka melakukan proses pewarnaan atau pencelupan. Pencelupan warna pada serat kain umumnya dilakukan untuk mendapatkan motif atau ꦏꦺꦴꦩ꧀ꦥꦺꦴꦱꦶꦱꦶ komposisi warna pada benang maupun kain sehingga diperoleh komposisi warna atau motif yang bukan berasal dari proses pencapan namun efek warna yang muncul dari ꦕꦩ꧀ꦥꦸꦫꦤ꧀  campuran seratnya

Proses pencelupan ini sekaligus salah satu faktor yang dapat menentukan kualitas ꦮꦂꦤꦧꦠꦶꦏ꧀ warna batik. Oleh karena itu, perlu kecermatan dan kehati-hatian dalam pencelupan warna batik, mewarnai kain setelah dibatik (digores dengan “tinta” malam)

Proses pewarnaan ini dilakukan dengan cara kuasan pada kain yang telah dimotif batik. Setelah ꦣꦶꦮꦂꦤ  diwarna (dicelup), kain dikeringkan di bawah sinar matahari. Setelah kain kering, maka kain ꦣꦶꦕꦼꦭꦸꦥ꧀ꦏꦤ꧀ dicelupkan ke dalam air mendidih untuk melarutkan malam. Maka, kain yang awalnya putih telah berubah menjadi batik dengan warna yang sesuai dengan motifnya.

Kegiatan pelatihan membatik bagi siswa ini diharapkan akan bisa ꦧꦼꦂꦭꦚ꧀ꦗꦸꦠ꧀ berlanjut dengan kerjasama antara Yayasan muslim Surabaya dengan komunitas budaya, Puri Aksara Rajapatni, yang bergerak di bidang Aksara Jawa.

“Saya berharap kami bisa terus bekerja sama dengan Puri Aksara Rajapatni”, pungkas Syariah Usman, Wakil Ketua Yayasan Muslim Surabaya. (nanang PAR)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *