Buku “Above Surabaya: Then and Now” ꦱꦼꦒꦼꦫꦣꦠꦁ Segera Datang.

21 January 2024 | 74 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (21/1/24) – ꦫꦣꦶꦠꦾꦣꦫꦶꦪꦤ꧀ Raditya Darian, nama yang mungkin masih asing di telinga warga Surabaya. Termasuk di telinga para pegiat sejarah. Hanya sedikit saja yang telah mengenalnya. Saya sendiri baru mengenal Raditya tahun lalu, 2022, ketika ia melacak tempat tempat dan gedung gedung kolonial yang tentunya bersejarah dalam perjalanan peradaban kota Surabaya. 

Guna mengenal Surabaya,ꦫꦣꦶꦠꦾ  Raditya sempat membeli buku Benteng Benteng Soerabaia, yang saya tulis dan terbit tahun 2010. Bukan tanpa alasan Raditya membeli buku itu. Ia berusaha mengenal sejarah kota ini dan itu bagian dari riset untuk penulisan buku tentang Surabaya yang kira kira akan diberi nama Surabaya Dari Udara Dulu dan Kini atau Above Surabaya: Then and Now.

Sejak itu atau bahkan sebelumnya, ꦫꦣꦶꦠꦾ Raditya, sudah mulai penjelajahannya di Surabaya. Hingga kini 2024, ia masih melakukan itu. Sifatnya melengkapi. Hari Sabtu, 20 Januari 2024 Raditya sempat bertemu saya dan yang diperbincangkan tentu di seputar Surabaya Tempo Dulu. 

Jagong budaya dan sejarah di komplek arca Joko Dolog. Memberi inspirasi. Foto: dok PAR/omahaksara.id

Kami berdua bertemu di tempat yang inspiratif, di situs arkeologi Joko Dolog di belakang ꦠꦩꦤ꧀ꦄꦥ꧀ꦱꦫꦶ Taman Apsari. Saya mengajaknya ke sana karena ada kekuatan yang bisa menginspirasi ketika berdiskusi tentang masalah sejarah dan masa lalu.

Dengan santai kami berdiskusi tentang sejarah masa lalu ꦯꦸꦫꦨꦪ Surabaya, termasuk tentang kegiatan yang Raditya lakukan untuk bakal buku lux tentang Surabaya.

Joko Dolog perwujudan Raja Kertanegara memberi inspirasi. Foto: dok PAR/omahaskara.id

“Saya mengudara di Bandara Juanda untuk mengcapture pemandangan udara di kawasan itu dan mungkin, saya satu satunya orang yang bisa mengudarakan drone di sana di Indonesia”, jelas Raditya dengan puas.

ꦫꦣꦶꦠꦾꦣꦫꦶꦪꦤ꧀ Raditya Darian adalah seorang fotografer, videografer dan sekaligus penulis. Kali ini Raditya Darian tengah mempersiapkan buku Udara Surabaya Dulu dan Sekarang yang kira kira akan berjudul Above Surabaya: Then and Now. Yaitu memotret Surabaya dari udara berdasarkan foto foto Surabaya lama yang dibidik dari udara di era kolonial.

Raditya dengan buku Above Jakarta: Then and Now kemasan lux. Foto: dok Raditya/omahaksara.id

Raditya memiliki banyak koleksi foto foto lama Surabaya yang dibidik dari ꦈꦣꦫ udara. Dari foto foto lama itulah, Raditya memfoto ulang yang sekaligus sebagai perbandingan dulu dan sekarang. Jika foto foto perbandingan dari darat sudah terlalu banyak, tapi foto foto dari udara belumlah ada dan apalagi dalam jumlah yang banyak.

Sebagai perbandingan, Raditya sudah menerbitkan buku serupa, tapi ꦗꦏꦂꦠ Jakarta. Judulnya Above Jakarta: Then and Now dengan spesifikasi teknis buku: Hard Cover, 608 halaman, berukuran 34 x 25 cm, cetak fullcolor, kertas matt paper dengan berat 115 gram yang disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Above Jakarta: Then and Now (2022). Above Surabaya: Then and Now, direncanakan tahun 2024. Foto: dok Raditya /omahaksara.id

Buku ini memperoleh Rekor MURI sebagai Buku yang terbanyak memuat perbandingan ꦥ꦳ꦺꦴꦠꦺꦴꦈꦣꦫ foto udara suatu kota (Jakarta), tempo doeloe dan sekarang dengan jarak kurun waktu minimal 50 tahun, dengan jumlah 125 foto.

Buku tentang ꦯꦸꦫꦨꦪ Surabaya akan serupa dan bahkan jauh lebih bagus dari karya sebelumnya. Baginya mengerjakan buku tentang Surabaya penuh dengan perjuangan. Hanya untuk mengabadikan satu titik saja Ia butuh lebih dari satu tahun dan itupun belum berhasil dengan sempurna. Tempat apakah itu?

Untuk menjawab itu, Raditya memiliki angan angan akan ꦩꦼꦭꦸꦚ꧀ꦕꦸꦂꦏꦤ꧀ meluncurkan buku itu di Surabaya.

“Idealnya buku itu memang akan diluncurkan di Surabaya”, kata Raditya.

Dalam pengerjaan buku ini, Raditya dibantu oleh kawan orang ꦧꦼꦭꦤ꧀ꦝꦠꦸꦭꦺꦤ꧀ Belanda tulen yang memiliki data data sangat banyak. Salah satu data itu adalah kantor Nederlandsch Handels Maatschappij (NHM) yang pertama. Lokasinya ada di Societeit Straat yang sekarang berubah menjadi jalan Veteran.

Jagong santai di situs Joko Dolog menambah wawasan baru bagi Raditya tentang sisi lain ꦱꦼꦗꦫꦃꦯꦸꦫꦨꦪ sejarah Surabaya, utamanya sejarah klasik Surabaya ketika masih berbentuk karesidenan dan Kekabupatenan (Regentschap) sebelum menjadi Kotapraja, Kotamadya dan Kota. (nanang PAR).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *