Komunitas Sega Jabung Yogyakarta ꦲꦶꦧꦃꦏꦤ꧀ Hibahkan Materi Ajar Aksara Jawa Kepada Puri Aksara Rajapatni Surabaya.

24 January 2024 | 41 kali
Fitur By : Nanang Purwono

Omahaksara.id: Surabaya (24/1/24) – Bahasa, yang di dalamnya mengandung simbol simbol berupa Aksara, masuk dalam 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) UU 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Salah satu aksara itu adalah ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa.

Sayang, semakin modern zaman ini, Aksara Jawa terdesak oleh ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦭꦠꦶꦤ꧀ aksara Latin. Sekarang semua diktat yang dipakai dalam proses pengajaran menggunakan aksara Latin. Orang, yang tidak bisa membaca text beraksara latin, dikatakan buta huruf (aksara).

Akibatnya orang berbondong bondong belajar membaca dan menulis aksara latin. Ini terjadi dalam kurun waktu pertengahan abad 19 hingga awal abad 20. Akibatnya, aksara Jawa ditinggalkan.  Sekarang banyak generasi baru tidak mengenal aksara Jawa. Aksara Jawa menjadi semakin asing daripada aksara asing. Aksara Jawa ꦩꦠꦶꦱꦸꦫꦶ mati suri.

Memasuki abad 21 mulai muncul kesadaran kolektif terbatas ꦩꦼꦊꦱ꧀ꦠꦫꦶꦏꦤ꧀ melestarikan aksara Jawa melalui penggunaannya secara sosial dan kultural. Prosesnya panjang hingga diadakan Kongres Aksara Jawa I di Yogyakarta pada 2021. Berbagai upaya dilakukan baik secara manual maupun digital untuk penggunaanya sehari hari. Jarak terlalu lebar yang memisahkan antara tradisi dan modernisasi.

Lokakarya tulis ulang manuskript. Foto: dok PAR/omahaksara.id

Seiring dengan hadirnya Kongres Aksara Jawa I (2021), pegiat dan aktivis aksara Jawa secara kolektif memiliki arah dan tujuan dalam berorganisasi budaya untuk ꦥꦼꦊꦱ꧀ꦠꦫꦶꦪꦤ꧀ pelestarian aksara Jawa. Mereka berkolaborasi untuk tujuan bersama. Yaitu pelestarian aksara Jawa dan penggunaan aksara Jawa sebagai identitas bangsa.

Kolaborasi adalah kunci. Dengan ꦏꦺꦴꦭꦧꦺꦴꦫꦱꦶ kolaborasi ada percepatan dalam suatu proses. Termasuk proses pemasyarakatan penggunaan aksara Jawa atas kolaborasi antar komunitas dari tiga provinsi: DIY, Jateng dan Jatim. 

Sejak digelarnya pertemuan, yang memonitor dan evaluasi implementasi Kongres Aksara Jawa I di Surakarta (28 – 30 November 2023), komunitas Aksara Jawa di tiga provinsi bergeliat. Maka didirikannya ꦥꦺꦴꦂꦠꦭ꧀ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ portal Aksara Jawa yang diampu oleh tiga provinsi (DIY, Jateng dan Jatim) dengan nama omahaksara.id.

Komunitas Puri Aksara Rajapatni terlahir di Surabaya. Foto: dok PAR/omahaksara.id

Selanjutnya di Surabaya lahir ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni, sebuah komunitas budaya yang fokus pada Aksara Jawa. Kegiatan besarnya adalah belajar (sinau membaca dan menulis) Aksara Jawa yang melibatkan publik dan mengadakan lokakarya dan pelatihan ekonomi kreatif dengan tema Aksara Jawa. Sehingga nantinya ada produk produk kreatif yang mengusung aksara Jawa yang menjadi identitas produk tersebut.

ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni ini terlahir pada 22 Desember 2023 bertepatan dengan Hari Ibu Nasional. Dalam moment pendirian itu dibacakan sambutan tertulis dari Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Pendidikan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), RI, Hilmar Farid.

Dalam kutipan sambutan tertulisnya ꦲꦶꦭ꧀ꦩꦂꦥ꦳ꦫꦶꦣ꧀ Hilmar Farid mengapresiasi langkah yang diambil oleh komunitas budaya yang baru terbentuk dengan nama ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni.

“Sebuah langkah yang tidak saja patut dipuji, tapi juga patut diikuti oleh masyarakat di tempat lain, yang masih mengenal aksara lokalnya masing-masing”, kata Farid.

Ia menambahkan bahwa upaya ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni dalam mengembalikan kemampuan membaca aksara lokal, dalam konteks ini aksara Jawa, adalah langkah mengintegrasikan kembali pengetahuan lokal tersebut dengan masyarakat masa kini.

Hibah buku buku ajar Aksara Jawa dari Yogyakarta. Foto: dok PAR/omahaksara.id
Sebagian buku ajar Aksara Jawa. Foto: dok PAR/omahaksara.id

Untuk mendukung kegiatan Rajapatni, komunitas di Yogyakarta Sega Jabung, ꦩꦼꦁꦲꦶꦧꦃꦏꦤ꧀ menghibahkan bermacam macam buku belajar Aksara Jawa. Diantaranya ada poster pembelajaran aksara Jawa, ada buku mewarnai, ada buku panduan belajar aksara Jawa. Dengan harapan buku buku itu dapat membantu apa dan bagaimana belajar Aksara Jawa. 

Serah teeima buku dari Arif (Sega Jabung) ke Ita Surojoyo (Rajapatni) di Yogyakarta. Foto: dok PAR/omahaksara.id

Buku buku itu diserahterimakan di Pendopo Ndalem Pujokusuman, Jl. Brigjen Katamso, Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta pada 20 Januari 2024 oleh Arif mewakili Sega Jabung kepada founder Rajapatni, Ita Surojoyo.

Terima kasih sudah mendukung kegiatan kelas aksara Jawa Rājapatnī dalam gerakan Surabaya kembali beraksara Jawa. Sederhana tapi bantuan buku dan bahan ajar sangat bermanfaat untuk ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni, yang masih pada tingkat pemula terkait pengajaran aksara Jawa”, terang Ita Surojoyo.

Menurut Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid ini adalah sebuah langkah yang tidak saja patut dipuji, tapi juga patut diikuti oleh masyarakat di tempat lain yang masih mengenal aksara lokalnya masing-masing. (nanang PAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *